Friday, March 25, 2016

Tentang Kredit Pemilikan Kendaraan

Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Dalam menghimpun dana dari masyarakat, bank memiliki beberapa produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Begitu juga dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat, bank memiliki begitu banyak produk kredit yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dengan banyaknya produk perbankan yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat tujuannya adalah agar produk-produk perbankan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia memiliki kondisi ekonomi yang beragam, budaya yang beragam serta kebutuhan yang beragam. Untuk dapat mengakomodir itu semua maka bank menciptakan beragam produk perbankan.

Pada dasarnya setiap bank di seluruh Indonesia memiliki produk funding dan lending. Untuk produk funding umumnya terdiri dari tabungan, deposito dan giro. Sedangkan untuk produk lending terdiri dari kredit multiguna, kredit pemilikan rumah, kartu kredit, kredit usaha, kredit corporate, kredit pemilikan kendaraan, dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, maka bank juga akan terus berinovasi menghadirkan produk-produk baru.

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membahas tentang salah satu produk lending yang dimiliki oleh bank, yaitu Kredit Pemilikan Kendaraan. Di era sekarang ini, kredit pemilikan kendaraan tentu tidak asing lagi karena begitu banyaknya lembaga keuangan non bank yang menjalankan bisnisnya di bidang kredit pemilikan kendaraan. Oleh sebab itu, sebelum Anda mengajukan kredit pemilikan kendaraan sebaiknya dipahami terlebih dahulu mengenai mekanisme dan ketentuan-ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan Anda dikemudian hari.

Kendaraan pribadi merupakan salah satu media transportasi yang banyak dipergunakan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. Kendaraan pribadi tentunya sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah berkeluarga atau orang-orang yang memiliki aktivitas tinggi karena dapat mempersingkat waktu tempuh dalam menunjang aktivitasnya. Untuk memiliki kendaraan pribadi sesuai dengan yang diinginkan cukup sulit karena harganya relatif tidak terjangkau apabila pembeliannya dilakukan secara tunai sekaligus. Tetapi, saat ini untuk memiliki kendaraan pribadi bukan lagi suatu hal yang sulit karena bank menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Kendaraan.   

Kredit Pemilikan Kendaraan merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank untuk pembelian kendaraan baru atau bekas dimana transaksi tersebut akan dilunasi terlebih dahulu oleh bank, dan nasabah berkewajiban untuk melakukan pembayaran secara angsuran dengan jangka waktu yang disepakati bersama. Khusus untuk kendaraan bekas, bank menetapkan batasan usia kendaraan yang dapat dibiayai sesuai ketentuan bank, biasanya usia kendaraan roda empat maksimum 10 tahun. Misalnya sekarang tahun 2016, maka kendaraan bekas yang dapat dibiayai minimal tahun 2006.

Dengan kredit pemilikan kendaraan, maka Anda dapat memiliki kendaraan meskipun dana Anda terbatas karena Anda dapat kredit dengan mengangsur setiap bulan ke bank. Sebelum Anda mengajukan kredit pemilikan kendaraan, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu hal-hal penting berikut ini:
  1. Pilihlah kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan harganya terjangkau sesuai dengan kemampuan keuangan Anda.
  2. Untuk pembelian kendaraan bekas, pastikan kondisi kendaraan dan mesin kendaraan masih dalam keadaan bagus. Jika tidak paham tentang mesin kendaraan, sebaiknya pada saat pembelian ajak saudara, teman atau orang yang paham tentang mesin kendaraan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.
  3. Agar proses kredit pemilikan kendaraan lebih mudah dan cepat, belilah kendaraan pada dealer resmi atau show room yang telah bekerjasama dengan bank.
  4. Pastikan kendaraan disertai dengan dokumen yang lengkap seperti BPKB, STNK, dan Faktur.
  5. Pastikan keaslian BPKB, STNK, Faktur dan tidak dalam status diblokir oleh pihak kepolisian dengan cara melakukan pengecekan ke kantor samsat.
  6. Pastikan kondisi fisik, nomor mesin dan nomor rangka kendaraan sesuai dengan yang tertera di dalam dokumen kendaraan (BPKB, STNK, Faktur).
  7. Perhatikan secara seksama syarat dan ketentuan kredit, diantaranya mengenai cara perhitungan bunga, pembayaran angsuran, pelunasan dipercepat, dan lain-lain. Untuk mengetahui cara menghitung bunga kredit dan angsuran kredit, silakan klik (Cara Menghitung Bunga Kredit dan Angsuran Kredit).
  8. Untuk kredit pemilikan kendaraan biasanya disertai dengan asuransi kendaraan. Pastikan kepada pihak bank untuk asuransi yang digunakan, apakah asuransi All Risk atau TLO (Total Lost Only). Untuk asuransi kendaraan All Risk itu kalau misalnya terjadi kehilangan, kebakaran, tabrakan, benturan atau kecelakaan lalu lintas lainnya yang mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan sebagian atau keseluruhan, maka asuransi akan mengganti biaya yang tertanggung. Kalau asuransi TLO biasanya hanya menjamin untuk kendaraan yang mengalami kerusakan total atau diatas 75%. Untuk premi asuransi kendaraan All Risk lebih mahal dari asuransi kendaraan TLO.
  9. Siapkan uang muka (down payment) yang menjadi beban Anda. Bank pada umumnya tidak membiayai seluruhnya atas harga kendaraan yang akan dibeli.

Apabila Anda telah menemukan kendaraan yang cocok sesuai dengan keinginan Anda, maka Anda dapat segera untuk mengajukan kredit pemilikan kendaraan tersebut dengan melampirkan beberapa persyaratan sebagai berikut:
  1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)
  2. Kartu Keluarga
  3. Buku Nikah (bila sudah menikah)
  4. SPPT PBB tempat tinggal dan rekening listrik
  5. Keterangan penghasilan atau slip gaji (untuk karyawan)
  6. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
  7. SKU/SIUP/TDP (untuk wiraswasta)
  8. NPWP Pribadi (untuk kredit >= 50 juta)
  9. Fotokopi rekening bank
  10. Fotokopi BPKB dan STNK (serahkan BPKB dan STNK asli apabila kredit telah disetujui)

Setelah Anda paham dengan ketentuan tersebut diatas, dan semua persyaratan sudah lengkap serta sudah memiliki uang muka, silakan bisa Anda coba untuk pengajuan kredit pemilikan kendaraan ke bank dengan mendatangi langsung kantor cabang bank terdekat dari lokasi Anda berada.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai Kredit Pemilikan Kendaraan. Apabila Anda ingin mengetahui juga mengenai Kredit Pemilikan Rumah, silakan klik (KPR). Atau Anda ingin mengetahui lebih rinci tentang kartu kredit, silakan klik (Kartu Kredit). Semoga informasi ini dapat membantu Anda. Terima kasih.


Baca Selengkapnya »

Thursday, March 24, 2016

Penjelasan Mengenai Lembar Tagihan Kartu Kredit


Bank menghadirkan berbagai produk perbankan untuk nasabah, salah satunya adalah kartu kredit. Menurut peraturan Bank Indonesia, Kartu Kredit adalah alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai, dimana kewajiban pembayaran Pemegang Kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh Acquirer atau Penerbit, dan Pemegang Kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran.

Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang praktis untuk digunakan, karena dengan menggunakan kartu kredit, nasabah tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan transaksi pembelanjaan di merchant yang telah bekerjasama dengan bank, tetapi hanya cukup dengan menggesekan kartu kredit ke mesin EDC yang ada di merchant.

Kartu kredit sudah menjadi sebuah keharusan untuk dimiliki atau bahkan mungkin boleh dibilang sebuah gaya hidup untuk orang-orang yang berpenghasilan menengah ke atas, terutama masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Karena pada umumnya masyarakat yang tinggal di kota-kota besar memiliki mobilitas tinggi dan waktu yang sibuk, sehingga transaksi menggunakan kartu kredit menjadi pilihan karena praktis, aman dan nyaman.

Setiap satu bulan sekali, pemegang kartu kredit akan diberi lembar tagihan oleh bank/penerbit kartu kredit yang ditujukan ke alamat rumah/alamat kantor atau email masing-masing pemegang kartu. Untuk Anda yang baru mempunyai kartu kredit dan baru pertama kali menerima lembar tagihan atau ingin mengetahui lembar tagihan kartu kredit, berikut ini adalah contoh lembar tagihan kartu kredit yang akan dijelaskan berdasarkan nomor yang tercantum pada gambar dibawah ini:


1. Nomor Kartu Kredit
Merupakan nomor yang diberikan khusus bagi pemegang kartu kredit. Setiap pemegang kartu kredit memiliki nomor tersendiri sehingga berbeda dengan pemegang kartu kredit yang lain. Fungsi dari nomor kartu kredit ini yaitu pada saat pemegang kartu akan melakukan pembayaran kartu kredit, maka cantumkan nomor kartu kredit tersebut.

2. Tanggal Tagihan/Cetak
Merupakan tanggal pencetakan lembar tagihan. Semua transaksi yang diterima dan dibukukan setelah tanggal pencetakan Lembar Tagihan bulan sebelumnya hingga tanggal pencetakan Lembar Tagihan bulan tersebut akan ditagih pada LembarTagihan bulan berjalan.

3. Tanggal Jatuh Tempo
Tanggal tersebut menunjukan bahwa pemegang kartu harus melakukan pembayaran tagihan sebelum tanggal jatuh tempo atau maksimal pada saat jatuh tempo. Pembayaran jangan sampai melebihi tanggal jatuh tempo karena akan dikenakan bunga dan denda keterlambatan. Pada contoh diatas, tanggal jatuh tempo adalah 20 hari sejak Tanggal Tagihan. Tetapi untuk kartu kredit bank lain, tanggal jatuh tempo biasanya 15 hari dari Tanggal Tagihan/Cetak.

4. Total Tagihan
Merupakan total tagihan setelah dihitung semua transaksi yang terjadi sampai dengan tanggal tagihan/cetak. Total tagihan ini adalah jumlah tagihan yang harus dibayar apabila ingin melakukan pembayaran secara sekaligus.

5. Pembayaran Minimal
Merupakan jumlah minimal pembayaran yang harus dibayar yaitu sebesar 10% dari total tagihan atau Rp 50.000,- (jumlah mana yang lebih besar). Bila pemakaian Kartu Kredit Anda melampaui batas kredit, maka jumlah kelebihan tersebut akan ditambahkan pada pembayaran minimal. Dalam contoh diatas total tagihan Rp 315.526, maka pembayaran minimalnya sebesar Rp 31.552. Karena pembayaran minimal lebih kecil dari Rp 50.000, maka untuk pembayaran minimalnya sebesar Rp 50.000

6. Nama dan Alamat Tagihan Pemegang Kartu
Nama dan alamat tagihan pemegang kartu tercantum di kolom tersebut. Pastikan nama dan alamat tagihan sudah tercetak dengan benar pada kolom ini. Segera hubungi call center bank/penerbit kartu jika terjadi kesalahan nama dan alamat tagihan yang tercantum. Jika pemegang kartu pindah alamat, segera lakukan pengkinian data dengan cara isi dan kirimkan formulir perubahan informasi alamat yang terdapat di balik Lembar Tagihan atau dapat meminta dengan menghubungii call center bank/penerbit kartu kredit.

7. Tanggal Transaksi
Tanggal transaksi merupakan tanggal terjadinya setiap transaksi yang dilakukan oleh pemegang kartu.

8. Tanggal Pembukuan
Tanggal saat transaksi dibukukan oleh bank/penerbit kartu ke dalam rekening kartu kredit pemegang kartu. Setiap transaksi pembelanjaan kartu kredit akan dibukuan 1-2 hari kerja. Untuk pembayaran tagihan melalui menu pembayaran di ATM, biasanya akan dibukukan selama 2 hari kerja dari tanggal pembayaran. Jika pembayaran ingin dibukukan di hari yang sama, maka gunakan pembayaran kartu kredit dengan menu transfer. Tetapi tidak semua bank/penerbit kartu dapat melakukan pembayaran kartu kredit dengan menu transfer.

9. Keterangan
Kolom keterangan di dalam lembar tagihan ini mencantumkan rincian transaksi yang terjadi baik berupa pembelanjaan, penarikan tunai, pembayaran maupun biaya-biaya administrasi lainnya.

10. Jumlah Transaksi
Jumlah nilai dari setiap transaksi dan total nilai transaksi yang terjadi baik berupa pembelanjaan, penarikan tunai, pembayaran maupun biaya-biaya administrasi lainnya.

11. Tagihan Sebelumnya
Merupakan total tagihan pada lembar tagihan bulan sebelumnya.

12. Pembayaran
Merupakan pembayaran yang telah dilakukan oleh pemegang kartu untuk tagihan bulan sebelumnya

13. Bunga dan Biaya Transaksi
Jumlah nilai transaksi yang dilakukan pada periode sebelum Tanggal Tagihan atau sebelum dicetaknya lembar tagihan.

14. Batas Kredit
Merupakan batas kredit maksimum yang diberikan oleh bank/penerbit kartu yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi oleh pemegang kartu.

15. Batas Tarik Tunai
Merupakan batas maksimum yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi penarikan dana tunai (Cash Advance). Setiap melakukan transaksi penarikan dana tunai akan dikenakan bunga penarikan dana tunai yang ditentukan oleh bank.

16. Sisa Kredit
Merupakan jumlah sisa kredit yang masih tersedia dan dapat digunakan untuk transaksi sampai dengan tanggal tagihan/tanggal cetak lembar tagihan.

17. Saldo Tarik Tunai
Merupakan sisa batas penarikan tunai yang masih tersedia dan dapat digunakan sampai dengan tanggal tagihan/tanggal cetak.

18. Poin Tersedia
Merupakan jumlah Poin yang dimiliki oleh pemegang kartu atas transaksi pembelanjaan (tidak termasuk penarikan dana tunai dan biaya-biaya), yang dapat ditukarkan dengan hadiah, pembayaran iuran tahunan, diskon belanja, dan sebagainya. Misalnya berbelanja dengan kartu kredit sebesar Rp 1.000.000, maka akan mendapatkan 200 poin (biasanya 1 poin = Rp 5.000)

19. Bunga Pembelanjaan
Merupakan besarnya bunga per bulan yang dibebankan kepada pemegang kartu atas transaksi pembelanjaan apabila pembayaran kurang dari total tagihan, pembayaran diterima oleh bank setelah tanggal jatuh tempo, atau tidak melakukan pembayaran sama sekali, dan bunga dihitung dari tanggal transaksi.

20. Bunga Penarikan Tunai
Besarnya bunga per bulan yang dibebankan kepada pemegang kartu atas transaksi penarikan tunai yang dihitung dari tanggal transaksi.

Lembar tagihan pada contoh gambar diatas adalah lembar tagihan kartu kredit bank mega. Tetapi secara umum untuk lembar tagihan kartu kredit setiap bank memiliki penjelasan dan keterangan yang sama dengan contoh gambar diatas, hanya berbeda tata letaknya saja.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai lembar tagihan kartu kredit. Jika Anda ingin mengetahui karakteristik atau ciri-ciri fisik kartu kredit, silakan klik (Karakteristik atau Ciri-ciri Kartu kredit). Atau Anda ingin mengetahui juga mengenai penjelasan tentang kredit pemilikan rumah, silakan klik (KPR).

Semoga artikel ini bermanfaat serta dapat membantu Anda. Terima kasih.
Baca Selengkapnya »

Saturday, March 19, 2016

Biaya-biaya yang Ada di Kartu Kredit (Credit Card)

Kartu Kredit merupakan salah satu produk yang dimiliki oleh bank umum yang ditawarkan kepada nasabah, dengan tujuan agar nasabah dapat berbelanja/bertransaksi secara non tunai di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan bank, dimana transaksinya akan dibayar terlebih dahulu oleh bank kepada merchant, dan pada saat tagihan kartu kredit tersebut jatuh tempo, maka nasabah harus membayar/melunasinya kepada bank.

Saat ini banyak sekali merchant yang telah bekerjasama dengan bank/penerbit kartu dan tersebar di seluruh Indonesia maupun luar negeri, sehingga nasabah/pemegang kartu memiliki banyak pilihan produk atau jasa untuk bertransaksi menggunakan kartu kredit. Mulai dari restoran, hotel, mall, online store, rumah sakit, salon, tempat wisata, bioskop, payment point, dan lain-lain.

Setelah bertransaksi menggunakan kartu kredit, maka dalam jangka waktu tertentu nasabah/pemegang kartu akan mendapatkan lembar tagihan dari bank/penerbit kartu. Di lembar tagihan tersebut akan dicantumkan rincian transaksi, tanggal transaksi, tempat transaksi, biaya-biaya, total tagihan kartu kredit yang harus dibayar, dan keterangan lainnya. Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membahas mengenai biaya-biaya yang ada di kartu kredit.

Mungkin Anda sebagai pemegang kartu kredit pernah bertanya-tanya mengenai biaya-biaya yang ada di lembar tagihan. Untuk Anda yang ingin mengetahui biaya-biaya apa saja yang dikenakan jika menggunakan kartu kredit, berikut ini penjelasannya:

Biaya Iuran Keanggotaan Tahunan (Annual Fee)
Merupakan biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu setiap setahun sekali. Besarnya biaya annual fee ini berbeda-beda tergantung dari bank/penerbit kartu dan jenis kartu yang digunakan. Misalnya biaya iuran tahunan untuk kartu kredit gold Bank A akan berbeda dengan biaya iuran tahunan kartu kredit gold Bank B. Biasanya biaya iuran tahunan untuk kartu kredit classic antara Rp 75.000 – 150.000, kartu kredit silver antara Rp 150.000 – Rp 250.000, kartu kredit gold antara Rp 250.000 – Rp 350.000. Ada juga bank/penerbit kartu yang memberikan iuran tahunan gratis untuk tahun pertama dan tahun berikutnya harus bayar, dan bahkan ada yang gratis tanpa dikenakan iuran tahunan.

Jika Anda pemilik kartu kredit dan dikenakan iuran tahunan, jangan khawatir karena iuran tahunan tersebut dapat dihapuskan. Beberapa bank/penerbit kartu kredit memberikan kebijakan dapat menghapuskan iuran tahunan yaitu dengan cara menukarkan poin atau dalam satu tahun nasabah/pemegang kartu mencapai transaksi dengan jumlah tertentu yang telah ditetapkan.
1. Penghapusan Iuran Tahunan Dengan Menukarkan Poin
Poin didapatkan setiap Anda melakukan transaksi, misalnya Anda melakukan transaksi pembelanjaan bulan ini dengan kartu kredit sebesar Rp 3.000.000, maka Anda akan mendapatkan 600 poin. Bulan berikutnya Anda melakukan transaksi sebesar Rp 3.000.000, maka akan mendapatkan 600 poin lagi. Poin-poin tersebut diakumulasi dan nantinya dapat ditukarkan dengan iuran tahunan dengan cara menghubungi call center bank/penerbit kartu. 
2. Penghapusan Iuran Tahunan Jika Transaksi Mencapai Jumlah Tertentu
Selain penghapusan iuran tahunan menggunakan poin, penghapusan iuran tahunan juga dapat dilakukan apabila nasabah/pemegang kartu dalam satu tahun mencapai transaksi dengan jumlah tertentu yang telah ditetapkan oleh bank/penerbit kartu. Misalnya bank/penerbit kartu kredit menetapkan apabila transaksi dalam 1 tahun mencapai minimal Rp 6.000.000, maka iuran tahunan dapat dihapuskan. Cara pengajuannya yaitu dengan menghubungi call center bank/penerbit kartu karedit.

Biaya Penarikan Tunai
Merupakan biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu jika melakukan penarikan uang tunai menggunakan kartu kredit di mesin ATM. Biaya penarikan uang tunai ini berbeda-beda setiap bank. Biasanya sebesar 6% - 10% dari nominal tarik tunai atau sekurang-kurangnya Rp 50.000 dan juga dikenakan bunga harian.

Biaya Keterlambatan
Biaya keterlambatan dikenakan kepada pemegang kartu kredit apabila pembayaran diterima oleh bank/penerbit kartu kredit setelah tanggal jatuh tempo pembayaran, atau pembayarannya kurang dari jumlah minimal yang telah ditentukan yang tercantum di dalam lembar tagihan. Setiap bank berbeda-beda, biasanya sebesar 4% - 6%. Untuk menghindari denda, maka pembayaran kartu kredit jangan melebihi tanggal jatuh tempo.

Biaya Overlimit
Biaya overlimit merupakan biaya yang dikenakan kepada pemegang kartu apabila melakukan transaksi melebihi batas kredit yang tersedia tanpa adanya persetujuan sebelumnya dari bank/penerbit kartu. Besarnya biaya overlimit biasanya sekitar Rp 75.000 – Rp 150.000. Untuk menghindari biaya overlimit, sebelum Anda melakukan transaksi pastikan terlebih dahulu sisa kredit yang tersedia dengan cara menghubungi call center bank/penerbit kartu.

Biaya Penggantian Kartu
Biaya ini akan dibebankan apabila pemegang kartu ingin membuat kartu baru dikarenakan kartu lama rusak atau hilang. Untuk penggantian kartu karena masa berlaku kartu lama telah habis, maka itu tidak dikenakan biaya alias gratis. 

Biaya Cetak Tagihan
Merupakan biaya yang dikenakan kepada pemegang kartu apabila lembar tagihan dicetak dan dikirimkan oleh bank ke alamat penagihan (rumah atau kantor) pemegang kartu. Biaya cetak tagihan biasanya dikenakan sebesar Rp 7.000 - Rp 10.000 per tagihan. Jika Anda tidak ingin dikenakan biaya cetak tagihan, maka pengiriman lembar tagihan jangan ditujukan ke alamat rumah atau alamat kantor Anda, tetapi cukup ke alamat email Anda.

Biaya Asuransi Jiwa
Merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada pemegang kartu untuk melindungi pemegang kartu jika meninggal dunia maka tagihan kartu kreditnya akan dibayar oleh pihak asuransi. Besarnya premi asuransi ini berbeda-beda karena tiap bank mempunyai rekanan perusahaan asuransi sendiri. Rate asuransi yang dikenakan biasanya antara 0,3% -0,5% dari jumlah transaksi. Untuk biaya asuransi bersifat opsional, artinya apabila Anda tidak mengikuti program asuransi maka tidak akan ada biaya asuransi. Jika tidak ingin mengikuti program asuransi, pada saat pengisian formulir aplikasi pengajuan kartu kredit, untuk kolom asuransi tidak usah di centang/checklist. Atau kalau misalnya Anda sudah terlanjur mengikuti program asuransi dan ingin berhenti, Anda dapat menghubungi call center bank/penerbit kartu tersebut.

Biaya Meterai
Untuk penetapan bea meterai, semua penerbit kartu kredit/bank mengikuti peraturan bea meterai pada umumnya yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia melalui Ditjen Pajak dengan ketentuan sebagai berikut:
- Nominal transaksi 0 - Rp 250.000 tidak dikenakan bea meterai
- Nominal transaksi Rp 250.000 – Rp 1.000.000 dikenakan bea meterai Rp 3.000
- Nominal transaksi lebih dari Rp 1.000.000 dikenakan bea meterai Rp 6.000
Misalnya Anda melakukan transaksi sebesar Rp 1.000.000, maka pada lembar tagihan akan tercantum bea meterai sebesar Rp 3.000

Untuk Anda sebagai pengguna kartu kredit atau yang ingin memiliki kartu kredit, sebaiknya dipahami terlebih dahulu mengenai ketentuan-ketentuan yang berlaku agar dikemudian hari tidak terkena banyak biaya yang dapat merugikan Anda. Dari biaya-biaya tersebut diatas, tidak semua biaya selalu ada di lembar tagihan tetapi bersifat opsional.

Itulah informasi mengenai biaya-biaya yang ada di kartu kredit. Apabila Anda ingin mengetahui juga mengenai informasi seputar Kredit Pemilikan Rumah, silakan klik (KPR). Atau Anda ingin mengetahui tentang salah satu produk bank lainnya yaitu Safe Deposit Box, silakan klik (SDB).

Semoga informasi ini dapat membantu Anda. Terima kasih.
Baca Selengkapnya »

Wednesday, March 9, 2016

Tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Setiap bank di Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai macam produk perbankan, dengan tujuan dapat mengakomodir segala kebutuhan nasabah yang semakin beragam. Banyak sekali produk yang dimiliki oleh bank, mulai dari produk funding hingga produk lending ditawarkan oleh bank kepada masyarakat.

Untuk produk lending, bank memiliki produk seperti kredit multiguna, kartu kredit, kredit pemilikan kendaraan, kredit corporate, kredit pemilikan rumah, dan lain-lain. Dari banyak produk lending yang dimiliki oleh bank, pada kesempatan ini saya akan mencoba membahas mengenai kredit pemilikan rumah.

Secara umum, populasi penduduk Indonesia setiap tahun mengalami kenaikan. Hal tersebut tentu akan mengakibatkan meningkatnya permintaan kepemilikan rumah sehingga berpengaruh terhadap harga tanah dan rumah yang mengalami kenaikan dengan cepat. Tanah merupakan aset yang tidak mengalami penyusutan karena dari tahun ke tahun harga tanah terus meningkat.

Memiliki rumah sendiri merupakan keinginan sekaligus kebutuhan setiap orang. Apalagi untuk orang yang sudah berkeluarga, memiliki rumah sendiri adalah hal utama yang didambakan. Akan tetapi, untuk memiliki rumah yang ideal sesuai dengan yang diinginkan cukup sulit karena harganya relatif tidak terjangkau apabila pembeliannya dilakukan secara tunai sekaligus. Salah satu cara untuk memilikinya yaitu dengan mengajukan pinjaman ke bank.

Saat ini, untuk memiliki rumah sendiri bukan lagi sesuatu yang sulit, karena ada fasilitas kredit yang diberikan oleh kalangan perbankan yang biasa disebut dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kredit Pemilikan Rumah adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah. Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini tidak hanya untuk pembelian rumah baru, tetapi pembelian rumah bekas juga dapat dibiayai. Begitu pula jika ingin melakukan renovasi rumah, nasabah dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Jenis-jenis KPR yang Ada di Indonesia:
Pada umumnya, Kredit Pemelikan Rumah (KPR) di Indonesia terdiri dari 2 jenis, yaitu KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi.
  1. KPR Subsidi, yaitu suatu kredit pemilikan rumah yang diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah, dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki. Pemerintah telah membuat aturan tersendiri untuk KPR subsidi, sehingga tidak semua masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas KPR subsidi. Secara umum batasan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi adalah berdasarkan penghasilan nasabah dan maksimum kredit yang akan diberikan. Bentuk subsidi yang diberikan berupa subsidi meringankan kredit, subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Untuk subsidi meringankan kredit, biasanya nasabah akan dikenakan bunga kredit yang lebih murah dari kredit KPR pada umumnya karena sebagian bunga akan ditanggung oleh pemerintah.
  2. KPR Non Subsidi, yaitu suatu kredit pemilikan rumah yang diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketentuan mengenai KPR ditetapkan oleh bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank yang bersangkutan, tentunya dengan melihat dan menganalisa kemampuan debitur.

Persyaratan Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Secara umum persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh bank untuk nasabah yang akan mengajukan KPR relatif sama dengan kredit lainnya, baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh nasabah jika ingin mengajukan KPR:
  • KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah) 
  • Kartu Keluarga
  • Keterangan penghasilan atau slip gaji
  • Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
  • NPWP pribadi
  • SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta)
  • Foto kopi sertipikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)
  • Foto kopi sertipikat (bila jual beli perorangan)
  • Foto kopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Metode Perhitungan Bunga KPR
Setiap bank mempunyai metode sendiri dalam melakukan perhitungan bunga KPR. Tetapi secara umum dikenal 3 metode untuk melakukan perhitungan bunga, yaitu:
  1. Bunga Flat
  2. Bunga Effektif
  3. Bunga Annuitas Tahunan dan Bulanan
Dalam prakteknya, metode perhitungan suku bunga yang paling banyak digunakan oleh bank adalah perhitungan suku bunga effektif atau annuitas. Untuk mengetahui cara menghitung bunga kredit berdasarkan ketiga metode tersebut diatas, silakan klik (Cara Menghitung Bunga Kredit dan Angsuran Kredit).

Biaya Proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Pada umumnya, untuk memiliki fasilitas KPR nasabah akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya yaitu:
  1. Biaya appraisal, yaitu biaya yang dibebankan kepada nasabah untuk melakukan taksasi/menaksir rumah yang dijaminkan kepada bank, yang dilakukan oleh pihak bank maupun pihak independen yang ditunjuk oleh bank.
  2. Biaya notaris, yaitu biaya untuk proses kredit kepemilikan rumah seperti akad kredit dilakukan didepan notaris, proses sertipikasi, legalisasi dan sebagainya, agar sah dimata hukum. 
  3. Provisi bank, merupakan biaya yang harus dibayar oleh nasabah yang akan menjadi pendapatan bank.
  4. Biaya asuransi kebakaran, yaitu premi asuransi yang harus dibayar oleh nasabah, artinya apabila dalam masa kredit terjadi kebakaran pada rumah yang dijaminkan tersebut, maka pihak asuransi akan membayar seluruh kerugian yang terjadi.
  5. Biaya premi asuransi jiwa, yaitu premi asuransi yang harus dibayar oleh nasabah yang fungsinya adalah jika dalam masa kredit nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi akan melunasi sisa kredit nasabah tersebut kepada bank.

Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR
Tentunya Anda ingin memiliki rumah yang sesuai dengan keinginan Anda, atau setidaknya rumah yang ingin anda miliki mempunyai spesifikasi yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Oleh sebab itu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah melalui KPR, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu hal-hal penting berikut ini:
  • Bila membeli rumah dari perorangan, pastikan bahwa sertipikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.
  • Bila membeli rumah dari Developer, pastikan bahwa Developer telah mempunyai ijin-ijin seperti ijin lokasi, aspek penata-gunaan lahan, memiliki kualitas air sumur yang bagus (layak untuk dikonsumsi), site plan yang telah disahkan, prasarana sudah tersedia, kondisi tanah matang, sertipikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer, IMB Induk
  • Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer).
  • Jangan melakukan transaksi jual beli di bawah tangan, artinya apabila rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan di bank, maka lakukanlah pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan secara resmi dan dibuat akte jual beli di hadapan notaris. Jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan” atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kwitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jika Anda ingin mengetahui juga mengenai pembahasan produk bank lainnya, seperti safe deposit box, silakan klik (SDB). Atau ingin mengetahui lebih jauh tentang kartu kredit, silakan klik (Kartu Kredit). Semoga informasi ini dapat membantu Anda, terima kasih.



Baca Selengkapnya »

Tuesday, March 8, 2016

Tentang Safe Deposit Box (SDB)

Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki banyak sekali produk yang ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari produk funding, lending serta jasa layanan perbankan. Produk-produk yang dimiliki oleh bank dari waktu ke waktu akan terus bertambah dan mengalami perubahan agar dapat mengakomodir serta menyesuaikan  kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

Untuk produk funding, bank memiliki produk tabungan, deposito, dan giro dengan tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat agar masyarakat mau menyimpan dananya di bank. Untuk produk lending, bank menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit berupa kredit pemilikan rumah, kredit kepemelikan kendaraan, kredit multiguna, kredit untuk modal usaha, kredit corporate dan sebagainya. Untuk jasa layanan perbankan, bank menyediakan layanan transfer uang antar bank, layanan pembayaran tagihan, layanan pembelian isi ulang pulsa ponsel, layanan safe deposit box dan lain-lain.

Dari berbagai macam produk yang dimiliki oleh bank, pada kesempatan ini saya akan mencoba untuk membahas mengenai salah satu produk perbankan, yaitu layanan safe deposit box. Untuk layanan safe deposit box ini kurang begitu populer di mata nasabah dibandingkan dengan layanan perbankan lainnya. Mungkin Anda akan tertarik untuk menggunakan layanan safe deposit box, karena disini akan dibahas mengenai apa itu safe deposit box, apa keuntungan menggunakan safe deposit box, bagaimana cara menggunakan safe deposit box, syarat-syarat apa saja yang diperlukan jika ingin menggunakan safe deposit box.

Pengertian Safe Deposit Box
Safe deposit box adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan untuk barang-barang berharga atau dokumen berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja yang ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh dan tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Untuk barang-barang yang disimpan didalam safe deposit box adalah barang yang memiliki nilai tinggi dan pemiliknya merasa tidak aman jika menyimpan barang tersebut di rumahnya. Barang-barang yang disimpan di dalam safe deposit box biasanya sudah dilengkapi diasuransikan dengan premi yang relatif murah.

Keuntungan Menggunakan Layanan Safe Deposit Box 
  • Dengan layanan safe deposit box, tentu nasabah/penyewa akan merasa aman karena bank meyediakan layanan safe deposit box dengan ruang penyimpanan yang kokoh, dilengkapi dengan sistem keamanan penuh selama 24 jam. Untuk membukanya diperlukan kunci dari nasabah/penyewa dan kunci dari bank.
  • Layanan safe deposit box sangat fleksibel karena tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan penyewa, baik bagi penyewa perorangan maupun perusahaan. Setiap bank memiliki ukuran safe deposit box tersendiri. Ukuran SDB Bank A dengan SDB Bank B akan berbeda. Biasanya setiap bank memiliki SDB dengan tipe kecil, sedang dan besar. Untuk SDB kecil biasanya berukuran 7cm x 26cm x 60cm, SDB sedang berukuran 12cm x 26cm x 60cm, dan SDB besar berukuran 25cm x 26cm x 60cm. Tetapi ada juga bank yang memiliki ukuran SDB tipe kecil 7,5cm x 25cm x 60cm, tipe sedang 12,5cm x 25cm x 60cm dan tipe besar 25cm x 25cm x 60cm.

Syarat dan Ketentuan Dalam Menggunakan Layanan Safe Deposit Box
  • Untuk persyaratan sewa, nasabah cukup dengan membuka tabungan atau giro, melengkapi formulir layanan safe deposit box, melampirkan kartu identitas asli, melampirkan pas photo terbaru. Ada juga bank yang tidak mengharuskan calon penyewa untuk membuka tabungan atau giro, akan tetapi dikenakan tarif sewa safe deposit box yang lebih tinggi.
  • Adanya biaya yang dibebankan kepada penyewa, antara lain uang sewa, uang jaminan kunci dan denda keterlambatan pembayaran sewa. Untuk biaya sewa dan uang jaminan setiap bank berbeda-beda. Biasanya biaya sewa SDB ukuran kecil sekitar Rp 250.000 s/d Rp 500.000 per tahun dengan uang jaminan sekitar Rp 600.000, biaya sewa SDB ukuran sedang Rp 400.000 s/d Rp 650.000 dengan uang jaminan sekitar Rp 600.000, dan biaya sewa SDB ukuran besar Rp 600.000 s/d Rp 900.000 dengan uang jaminan sekitar Rp 600.000. 
  • Uang jaminan hanya dibayar satu kali dan akan dikembalikan kepada nasabah/penyewa apabila penyewaan dihentikan atau tidak diperpanjang.
  • Penyewa/nasabah harus menjaga agar kunci yang disimpan tidak hilang atau disalahgunakan pihak lain. Jika kunci yang dipegang penyewa hilang, maka uang jaminan akan digunakan sebagai biaya penggantian kunci dan pembongkaran SDB yang wajib disaksikan sendiri oleh penyewa.
  • Penyewa/nasabah akan dikenakan denda jika terlambat melakukan pembayaran perpanjangan sewa. Biasanya dikenakan denda sebesar 5%.
  • Tidak menyimpan barang-barang yang dilarang dalam safe deposit box.
  • Memperlihatkan barang yang disimpan bila sewaktu-waktu diperlukan oleh bank.
  • Memiliki daftar isi dari safe deposit box dan menyimpan foto copy (salinan) dokumen tersebut di rumah untuk referensi.
  • Penyewa bertanggung jawab apabila barang yang disimpan menyebabkan kerugian secara langsung maupun tidak langsung terhadap bank dan penyewa lainnya.
  • Bank tidak bertanggung jawab atas perubahan kuantitas, kualitas, hilang, atau rusaknya barang yang bukan merupakan kesalahan bank.
  • Bank tidak bertanggung jawab atas kerusakan barang akibat bencana alam (force majeur) seperti gempa bumi, banjir, perang, kerusuhan, dan sebagainya.

Barang-barang yang Dilarang Disimpan Dalam Safe Deposit Box
Nasabah yang menggunakan layanan safe deposit box tidak dapat seenaknya menyimpan barang-barang sesuai keinginannya sendiri, akan tetapi ada aturan yang telah ditetapkan bank dan disetujui oleh nasabah. Berikut ini adalah barang-barang yang dilarang disimpan dalam safe deposit box:
  • Senjata api atau bahan peledak.
  • Berbagai macam barang yang diduga dapat membahayakan atau dapat merusak safe deposit box dan tempat sekitarnya.
  • Barang-barang yang sangat diperlukan saat keadaan darurat seperti surat kuasa, catatan kesehatan dan petunjuk bila penyewa sakit, petunjuk bila penyewa meninggal dunia (wasiat).
  • Narkotika dan obat-obat terlarang serta barang lainnya yang dilarang oleh bank atau ketentuan yang berlaku.

Itulah informasi mengenai layanan safe deposit box. Sebelum Anda menggunakan layanan safe deposit box, baca dan pahami terlebih dahulu syarat dan ketentuannya. Apabila ada hal yang kurang jelas sebaiknya ditanyakan langsung kepada petugas bank, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Apabila Anda ingin mengetahui juga mengenai pembahasan produk perbankan lainnya terkait pengertian kartu kredit, jenis-jenis kartu kredit, sistem pembayaran kartu kredit, silakan klik (Kartu Kredit). Atau Anda ingin mengetahui mengenai simpanan seperti apa yang dapat dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan, silakan klik (LPS).

Semoga informasi ini dapat membantu Anda. Terima kasih.
Baca Selengkapnya »

Sunday, February 21, 2016

Lokasi ATM HSBC di Tangerang, Bekasi dan Bogor

Bank HSBC yaitu bank swasta asing yang membuka cabang di Indonesia dan merupakan bagian dari group HSBC. Bank HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) menyediakan beragam layanan dan produk perbankan ritel dan komersial yang telah memiliki lebih dari 45 cabang yang tersebar di enam kota di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Batam. Bank HSBC juga memiliki ATM yang tersebar di enam kota tersebut.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, Bank HSBC terus mencoba untuk menyediakan layanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, Bank HSBC memfasilitasi teknologi perbankan terintegrasi yang tidak terbatas ruang dan waktu yakni dengan menghadirkan layanan Phone Banking, Internet Banking, dan Automatic Teller Machine (ATM).

Sebagai nasabah bank, pasti Anda sering menggunakan layanan ATM. Karena di mesin ATM Anda dapat melakukan berbagai transaksi keuangan seperti transfer, pembelian isi ulang pulsa, pembelian tiket pesawat, pembayaran tagihan kartu kredit, pembayaran asuransi, pembayaran TV berlangganan, dan sebagainya. Transaksi tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan ATM. 

Untuk Anda nasabah Bank HSBC yang sedang berada di Tangerang/ Bekasi/ Bogor dan ingin mengetahui ATM Bank HSBC terdekat dari lokasi Anda berada, berikut ini adalah lokasi ATM Bank HSBC di Tangerang, Bekasi dan Bogor:
Baca Selengkapnya »

Lokasi Kantor Bank Sinarmas di Jawa Barat

Bank Sinarmas merupakan bank umum milik swasta nasional yang sebelumnya bernama PT. Bank Shinta Indonesia yang didirikan pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 2005 PT. Sinar Mas Multiartha, Tbk yang merupakan grup Sinar Mas, mengambil alih PT. Bank Shinta Indonesia dan pada tahun 2006 berubah nama menjadi Bank Sinarmas.

Sebagai bank swasta nasional, Bank Sinarmas terus mengembangkan pangsa pasarnya ditengah tantangan pasar yang sedang berkembang di Indonesia, yaitu dengan menghadirkan produk funding seperti tabungan, giro, deposito. Usaha dan inisitatif diperlukan untuk memenuhi kebutuhan para nasabah dan masyarakat, maka produk lending pun terus dikembangkan yang awalnya hanya pada pasar pembiayaan usaha kecil, menengah dan mikro, kini berkembang pada pembiayaan konsumer dan komersial.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, Bank Sinarmas terus mencoba untuk menyediakan layanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, Bank Sinarmas memfasilitasi teknologi perbankan terintegrasi yang tidak terbatas ruang dan waktu yakni dengan menghadirkan layanan Phone Banking, Internet Banking, dan Automatic Teller Machine (ATM).

Sebagai nasabah Bank, mungkin Anda pernah mengalami kendala dalam melakukan transaksi perbankan melalui ATM atau melalui internet banking. Misalnya Anda melakukan pembelian isi ulang pulsa ponsel dimana saldo sudah terdebet tetapi pulsa belum masuk, atau gagal melakukan tarik tunai di ATM dimana saldo sudah terdebet tetapi uang tidak keluar. Untuk menyelesaikan kendala tersebut, tentu Anda harus mendatangi kantor cabang Bank terdekat.

Apabila Anda sebagai nasabah Bank Sinarmas mengalami kendala seperti contoh diatas, untuk menyelesaikannya maka Anda harus mendatangi kantor cabang Bank Sinarmas terdekat. Untuk mencari lokasi kantor cabang Bank Sinarmas terdekat akan kesulitan dan memakan waktu yang cukup lama jika Anda sedang berada di luar kota dan tidak mengetahui daerah sekitarnya. Untuk Anda nasabah Bank Sinarmas yang sedang berada di Jawa Barat dan ingin mengetahui kantor Bank Sinarmas terdekat dari lokasi Anda berada, berikut ini adalah lokasi kantor Bank Sinarmas di Jawa Barat:
Baca Selengkapnya »

Monday, February 8, 2016

Lokasi ATM HSBC di Jakarta Selatan

Bank HSBC yaitu bank swasta asing yang membuka cabang di Indonesia dan merupakan bagian dari group HSBC. Bank HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) menyediakan beragam layanan dan produk perbankan ritel dan komersial yang telah memiliki lebih dari 45 cabang yang tersebar di enam kota di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Batam. Bank HSBC juga memiliki ATM yang tersebar di enam kota tersebut.

Sebagai nasabah bank, pasti Anda sering menggunakan layanan ATM. Karena di mesin ATM Anda dapat melakukan berbagai transaksi keuangan seperti transfer, pembelian isi ulang pulsa, pembelian tiket pesawat, pembayaran tagihan kartu kredit, dan sebagainya. Transaksi tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan ATM.

Mungkin hal tersebut sedikit lebih sulit apabila Anda nasabah Bank HSBC sedang berada diluar kota yang tidak tahu lokasi sekitar, kemudian ada kepentingan mendadak yang mengharuskan Anda untuk melakukan transfer disaat itu juga ke beberapa orang keluarga Anda, dan Anda tidak dapat menggunakan layanan mobile banking atau internet banking karena batere smartphone Anda sisa sedikit lagi. Untuk mengatasi hal tersebut, tentu Anda harus mencari ATM Bank HSBC terdekat. Bisa saja Anda menggunakan layanan ATM Bersama atau ATM Prima, tetapi jika transfer ke banyak orang biayanya lumayan besar.

Untuk Anda nasabah Bank HSBC yang sedang berada di Jakarta Selatan dan ingin mengetahui ATM Bank HSBC terdekat dari lokasi Anda berada, berikut ini adalah lokasi ATM Bank HSBC di Jakarta Selatan:
Baca Selengkapnya »

Lokasi ATM HSBC di Jakarta Pusat

Bank HSBC yaitu bank swasta asing yang membuka cabang di Indonesia dan merupakan bagian dari group HSBC. Bank HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) menyediakan beragam layanan dan produk perbankan ritel dan komersial yang telah memiliki lebih dari puluhan cabang yang tersebar di enam kota di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Batam. Bank HSBC juga memiliki ATM yang tersebar di enam kota tersebut.

Sebagai nasabah bank, pasti Anda sering menggunakan layanan ATM. Karena di mesin ATM Anda dapat melakukan berbagai transaksi keuangan seperti transfer, pembelian isi ulang pulsa, pembelian tiket pesawat, pembayaran tagihan kartu kredit, pembayaran asuransi, pembayaran TV berlangganan, dan sebagainya. Transaksi tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan ATM. Salah satu bank yang menyediakan layanan ATM adalah Bank HSBC.

Mesin ATM tentu sangat dibutuhkan sekali oleh nasabah. Karena di mesin ATM, Anda sebagai nasabah bank dapat melakukan berbagai transaksi finansial dan transaksi non finansial. Tetapi, untuk melakukan transaksi keuangan di ATM akan sedikit lebih sulit apabila Anda nasabah Bank HSBC sedang berada diluar kota yang tidak tahu lokasi sekitarnya, kemudian ada kepentingan mendadak yang mengharuskan Anda untuk melakukan transfer disaat itu juga ke beberapa orang keluarga Anda, dan Anda tidak dapat menggunakan layanan mobile banking atau internet banking karena batere smartphone Anda sisa sedikit lagi. Untuk mengatasi hal tersebut, tentu Anda harus mencari ATM Bank HSBC terdekat. Bisa saja Anda menggunakan layanan ATM Bersama atau ATM Prima, tetapi jika transfer ke banyak orang biayanya lumayan besar.

Untuk Anda nasabah Bank HSBC yang sedang berada di Jakarta Pusat dan ingin mengetahui ATM Bank HSBC terdekat dari lokasi Anda berada, berikut ini adalah lokasi ATM Bank HSBC di Jakarta Pusat:
Baca Selengkapnya »

Saturday, February 6, 2016

Lokasi Kantor Bank BJB Syariah di Jawa Barat

Bank BJB Syariah merupakan bank umum syariah dengan pemegang saham pengendali Bank BJB Syariah yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk dan PT Banten Global Development, dimana kedua PT tersebut masing-masing milik pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Banten.

Awal mula berdirinya Bank BJB Syariah yaitu dari pembentukan Unit Usaha Syariah atau Divisi Syariah oleh PT Bank Pembangunan Daerah  dan Banten Tbk pada tahun 2000. Berselang 10 tahun kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk serta ijin dari Bank Indonesia, maka manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk mengambil keputusan untuk memisahkan Unit Usaha Syariah agar berdiri sendiri menjadi Bank Umum Syariah dengan nama Bank BJB Syariah.

Bank BJB Syariah dibentuk dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat yang terus tumbuh keinginannya untuk menggunakan jasa perbankan syariah. Tidak hanya di Jawa Barat, di seluruh Indonesia memang akhir-akhir ini keinginan masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan syariah terus bertambah dari hari ke hari. Langkah yang dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk dan PT Banten Global Development merupakan langkah yang sangat tepat untuk memenuhi keinginan masyarakat akan bank umum syariah.

Untuk menunjang bisnis serta mencapai visi Bank BJB Syariah, maka Bank BJB Syariah terus melakukan pengembangan, diantaranya yaitu dengan mendirikan jaringan kantor, meningkatkan layanan terhadap nasabah dan lain sebagainya. Bank BJB Syariah berkantor pusat di Bandung, hingga saat ini Bank BJB Syariah telah memiliki beberapa kantor cabang, kantor cabang pembantu dan jaringan ATM yang tersebar di daerah Provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, dan ATM Bank BJB Syariah juga dapat digunakan di puluhan ribu jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia.

Untuk Anda nasabah Bank BJB Syariah yang sedang berada di daerah Jawa Barat serta memiliki kepentingan untuk mendatangi kantor Bank BJB Syariah, tetapi Anda tidak tahu kantor Bank BJB Syariah terdekat dari lokasi Anda berada, berikut ini adalah lokasi kantor Bank BJB Syariah di Jawa Barat:
Baca Selengkapnya »