Saturday, June 20, 2015

Cara Menghitung Bunga Kredit dan Angsuran Kredit

Salah satu fungsi dari bank yaitu menyalurkan dana kepada masyarakat melalui kredit. Dalam menunjang hal tersebut, bank memiliki produk lending yaitu produk dimana bank menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit kepemilikan rumah, kredit kepemilikan mobil, kredit multiguna, dan lain-lain.

Setiap nasabah yang mempunyai fasilitas pinjaman di bank, dalam melakukan pembayaran angsurannya tentu akan dibebankan suku bunga kredit. Suku bunga kredit menjadi keuntungan untuk bank. Setiap bank berbeda-beda dalam menerapkan metode perhitungan suku bunga kredit, karena ada beberapa metode dalam menghitung suku bunga kredit.

Untuk Anda yang ingin mengetahui cara menghitung bunga kredit serta cara menghitung angsuran, berikut ini adalah cara-caranya:
Berikut ini adalah metode dalam menghitung bunga kredit:

1.    Flat Rate (bunga flat) adalah perhitungan bunga berdasarkan flapond kredit dan jangka waktu kredit, dimana besarnya bunga yang dibebankan dialokasikan secara proporsional. Dengan metode seperti ini, maka komposisi pembayaran pokok dan bunga kredit sama setiap bulannya.

Contoh:
Tanggal 2 Januari 2015, Pak Hendrawan mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank ABC dengan plafond kredit sebesar Rp 12.000.000, suku bunga 1% per bulan (12% per tahun), jangka waktu 12 bulan.

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
Angsuran Pokok        : Rp 12.000.000 / 12 bulan  = Rp 1.000.000
Angsuran Bunga        : Rp 12.000.000 x 1%           = Rp    120.000
Jumlah angsuran per bulan (angsuran pokok + angsuran bunga) Rp 1.120.000

Atau rumus cara langsung untuk menghitung angsuran:
[ jangka waktu x suku bunga per bulan (%) x plafond kredit + plafond kredit / jangka waktu ]
Angsuran = 12 x 1% x 12.000.000 + 12.000.000 / 12
             = 1.120.000
  
                  
Maka jadwal angsurannya adalah sebagai berikut:
Angsuran KeTanggal AngsuranJumlah AngsuranAngsuran BungaAngsuran PokokSisa Pokok
12 Februari 20151.120.000120.0001.000.00011.000.000
22 Maret 20151.120.000120.0001.000.00010.000.000
32 April 20151.120.000120.0001.000.0009.000.000
42 Mei 20151.120.000120.0001.000.0008.000.000
52 Juni 20151.120.000120.0001.000.0007.000.000
62 Juli 20151.120.000120.0001.000.0006.000.000
72 Agustus 20151.120.000120.0001.000.0005.000.000
82 September 20151.120.000120.0001.000.0004.000.000
92 Oktober 20151.120.000120.0001.000.0003.000.000
102 November 20151.120.000120.0001.000.0002.000.000
112 Desember 20151.120.000120.0001.000.0001.000.000
122 Januari 20161.120.000120.0001.000.0000
        
                  
 2.    Efektif Rate adalah perhitungan bunga kredit berdasarkan sisa pokok (baki debet) setiap bulannya sehingga bunga yg dibayar debitur setiap bulannya semakin menurun. Dengan demikian, komposisi angsuran pokok dan angsuran bunga setiap bulannya berbeda, dan jumlah angsuran yg dibayar debitur setiap bulan nya akan semakin mengecil.

Contoh:
Tanggal 2 Januari 2015, Pak Hendrawan mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank ABC dengan plafond kredit sebesar Rp 12.000.000, suku bunga 1% per bulan (12% per tahun), jangka waktu 12 bulan.

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Angsuran ke 1
Angsuran Pokok       : Rp 12.000.000 / 12 bulan  = Rp 1.000.000
Angsuran Bunga       : Rp 12.000.000 x 1%           = Rp    120.000
Jumlah angsuran pertama (angsuran pokok + angsuran bunga) Rp 1.120.000

Angsuran ke 2
Angsuran Pokok       : Rp 12.000.000 / 12 bulan  = Rp 1.000.000
Angsuran Bunga       : Rp 11.000.000 x 1%           = Rp    110.000
Jumlah angsuran kedua (angsuran pokok + angsuran bunga) Rp 1.110.000

Angsuran ke 3
Angsuran Pokok       : Rp 12.000.000 / 12 bulan  = Rp 1.000.000
Angsuran Bunga       : Rp 10.000.000 x 1%           = Rp    100.000
Jumlah angsuran ketiga (angsuran pokok + angsuran bunga) Rp 1.100.000

Angsuran ke 4
Angsuran Pokok       : Rp 12.000.000 / 12 bulan  = Rp 1.000.000
Angsuran Bunga       : Rp   9.000.000 x 1%           = Rp     90.000
Jumlah angsuran keempat (angsuran pokok + angsuran bunga) Rp 1.090.000

Angsuran ke 5
Angsuran Pokok       : Rp 12.000.000 / 12 bulan  = Rp 1.000.000
Angsuran Bunga       : Rp   8.000.000 x 1%           = Rp     80.000
Jumlah angsuran kelima (angsuran pokok + angsuran bunga) Rp 1.080.000

Dan seterusnya sampai angsuran ke 12 perhitungannya seperti itu.

Maka jadwal angsurannya adalah sebagai berikut:


Angsuran KeTanggal AngsuranJumlah AngsuranAngsuran BungaAngsuran PokokSisa Pokok
12 Februari 20151.120.000120.0001.000.00011.000.000
22 Maret 20151.110.000110.0001.000.00010.000.000
32 April 20151.100.000100.0001.000.0009.000.000
42 Mei 20151.090.00090.0001.000.0008.000.000
52 Juni 20151.080.00080.0001.000.0007.000.000
62 Juli 20151.070.00070.0001.000.0006.000.000
72 Agustus 20151.060.00060.0001.000.0005.000.000
82 September 20151.050.00050.0001.000.0004.000.000
92 Oktober 20151.040.00040.0001.000.0003.000.000
102 November 20151.030.00030.0001.000.0002.000.000
112 Desember 20151.020.00020.0001.000.0001.000.000
122 Januari 20161.010.00010.0001.000.0000


3.   Anuitas adalah angsuran yang komposisi pokok dan bunga nya berubah setiap bulan, dimana angsuran pokok akan semakin besar sedangkan angsuran bunga akan semakin kecil, tetapi jumlah angsuran setiap bulan tidak berubah.

Contoh:
Tanggal 2 Januari 2015, Pak Hendrawan mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank ABC dengan plafond kredit sebesar Rp 12.000.000, suku bunga 1% per bulan (12% per tahun), jangka waktu 12 bulan.

Rumus menghitung jumlah angsuran dengan metode anuitas:




Jumlah angsurannya adalah Rp 1.066.185

Perhitungan komposisi pokok dan bunga setiap bulan:

Angsuran ke 1
Angsuran Bunga        : Rp 12.000.000 x (12%/12)          = Rp    120.000
Angsuran Pokok        : Rp 1.066.185 – Rp 120.000         = Rp    946.185
                                             
Angsuran ke 2
Angsuran Bunga        : Rp 11.053.815 x (12%/12)         = Rp 110.538
Angsuran Pokok        : Rp 1.066.185 – Rp 110.538        = Rp 955,647

Angsuran ke 3
Angsuran Bunga        : Rp 10.098.168 x (12%/12)         = Rp 100.982
Angsuran Pokok        : Rp 1.066.185 – Rp 100.982        = Rp 965.203

Angsuran ke 4
Angsuran Bunga        : Rp 9.132.965 x (12%/12)           = Rp   91.330
Angsuran Pokok        : Rp 1.066.185 – Rp 91.330          = Rp 974.855

Dan seterusnya sampai angsuran ke 12 perhitungannya seperti itu.

Maka jadwal angsurannya adalah sebagai berikut:
Angsuran KeTanggal AngsuranJumlah AngsuranAngsuran BungaAngsuran PokokSisa Pokok
12 Februari 20151.066.185120.000946.18511.053.815
22 Maret 20151.066.185110.538955.64710.098.168
32 April 20151.066.185100.982965.2039.132.965
42 Mei 20151.066.18591.330974.8558.158.110
52 Juni 20151.066.18581.581984.6047.173.506
62 Juli 20151.066.18571.735994.4506.179.056
72 Agustus 20151.066.18561.7911.004.3945.174.662
82 September 20151.066.18551.7471.014.4384.160.224
92 Oktober 20151.066.18541.6021.024.5833.135.641
102 November 20151.066.18531.3561.034.8292.100.812
112 Desember 20151.066.18521.0081.045.1771.055.635
122 Januari 20161.066.18510.5501.055.6350

Apabila Anda ingin mengetahui juga bagaimana cara menghitung bunga deposito, silakan klik (Cara menghitung Bunga Deposito).

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai cara menghitung bunga kredit dan cara menghitung angsuran kredit, semoga dapat membantu Anda. Terima kasih.

2 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Contoh perhitungan bungan kredit RC ada gan?

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.