Thursday, June 11, 2015

Pengertian Rekening Koran/Giro


Bank memiliki beragam produk yang ditawarkan kepada nasabah, mulai dari produk funding dan lending. Produk funding yang dimiliki bank umum untuk nasabahnya terdiri dari tabungan, giro dan deposito. Untuk produk lending bank umum biasanya terdiri dari kredit multiguna, kredit kepemilikan rumah, kredit kepemilikan mobil, dan lain-lain.

Kali ini saya akan membahas tentang pengertian rekening giro yang merupakan salah satu produk funding yang dimiliki oleh bank umum. Berbeda degan rekening tabungan, rekening giro memiliki aturan-aturan tersendiri terutama dalam hal penarikan uang yang harus dipahami agar dikemudian hari tidak terkena sanksi dari bank untuk nasabah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai Rekening Giro/Koran:


Rekening Giro adalah simpanan berupa uang dari pihak ketiga perorangan atau badan usaha pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan warkat Cek dan Bilyet Giro.


Penyetoran dana untuk menambah saldo rekening giro dapat dilakukan dengan cara:
1.  Setoran Tunai, yaitu setoran yang dilakukan oleh nasabah atau pihak lain secara langsung ke bank dengan menyetorkan uang tunai kepada bank dengan menggunakan slip setoran yang telah disediakan.
2.  Setoran Non Tunai, yaitu setoran yang dilakukan oleh nasabah atau pihak lain tidak dengan menyerahkan uang tunai, tetapi dengan cara:
a.  Pemindahbukuan yaitu aktivitas yang dilakukan oleh bank atas perintah nasabah untuk memindahkan dana dari satu rekening ke rekening lain dalam bank yang sama.
b.  Transfer Masuk yaitu kiriman uang yang sumbernya berasal dari nasabah bank lain untuk keuntungan nasabah bank penerima uang.
c.  Setoran Kliring yaitu setoran non tunai yang dilakukan oleh nasabah dengan menyerahkan warkat (Cek/BG) bank lain untuk keuntungan rekening tabungan/Giro/Deposito.
Setoran non tunai akan dicatat oleh bank apabila dana tersebut benar-benar telah diterima oleh bank.

Penarikan rekening giro dapat dilakukan dengan cara:
1.    Penarikan Tunai yaitu penarikan dengan menggunakan warkat cek.
2.    Penarikan Non Tunai yaitu penarikan dengan menggunakan warkat Bilyet Giro.


Tentang Cek
Cek adalah surat perintah tidak bersyarat dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk membayar sejumlah uang kepada nasabah pembawa cek atau kepada yang tercantum didalam cek, pada saat cek tersebut diunjukkan.

Jenis-jenis Cek
1.    Cek Atas Nama yaitu Cek yang mencantumkan nama penerima dana, dan bank akan melakukan pembayaran kepada nama yang tertera pada Cek tersebut.
2.    Cek Atas Unjuk yaitu Cek yang tidak mencantumkan nama penerima dana, dan bank akan melakukan pembayaran kepada siapa saja yang membawa Cek tersebut.

Agar cek dapat dicairkan di Bank, maka harus memenuhi syarat formal yang tercantum didalam cek sebagai berikut:
1.    Harus ada tulisan “Cek”
2.    Perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang
3.    Nama pihak yang harus melakukan pembayaran (tertarik)
4.    Penunjukan tempat dimana pembayaran harus dilakukan
5.    Tercantum tanggal dan tempat Cek ditarik
6.    Tanda tangan pihak yang mengeluarkan cek

Apabila jumlah uang yang ditulis dalam angka dan huruf berbeda, maka yang berlaku adalah jumlah yang ditulis dengan huruf. Tenggang waktu penawaran/pengunjukan Cek adalah 70 hari sejak tanggal penarikan/penerbitan. Sedangkan untuk kadaluarsa Cek terhitung 6 bulan setelah berakhirnya tenggang waktu penawaran/pengunjukan.





Contoh Cek Atas Nama


                                  
Tentang Bilyet Giro/BG
Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening yang tercantum namanya dalam bilyet giro.

Syarat formal di dalam Bilyet Giro, agar Bilyet Giro dapat dicairkan di Bank adalah sebagai berikut:
1.    Harus ada tulisan “Bilyet Giro” dan ada nomor Bilyet Giro
2.    Nama nasabah yang menerbitkan bilyet giro
3.    Nama bank tertarik/penyimpan dana
4.    Tanda tangan yang menerbitkan bilyet giro dan stempel jika merupakan badan hokum
5.    Nama pemegang bilyet giro
6.    Nama bank dan nomor rekening penerima
7.    Jumlah dana yang akan dipindahbukukan dalam angka dan huruf
8.    Tempat dan tanggal penarikan

Sebelum menggunakan Bilyet Giro (BG), nasabah harus mengetahui hal-hal sebagai berikut:
  • Tenggang waktu penawaran/pengunjukan Bilyet Giro adalah 70 hari sejak tanggal penarikan/penerbitan. Sedangkan untuk kadaluarsa Bilyet Giro terhitung 6 bulan setelah berakhirnya tenggang waktu penawaran/pengunjukan.
  • Didalam Bilyet Giro biasanya dicantumkan tanggal efektif yang merupakan tanggal mulai berlakunya perintah pemindahbukuan yang harus berada dalam tenggang waktu penawaran. Apabila tidak ada tanggal efektif, maka tanggal penerbitan/penarikan berlaku sebagai tanggal efektif. 
  • Bilyet Giro yang ditawarkan/diunjukan kepada Bank sebelum tanggal efektif atau sebelum tanggal penarikan/penerbitan pasti akan ditolak oleh bank tanpa memperhatikan tersedia atau tidaknya dana pada pemilik rekening giro. 
  • Apabila ada coretan atau perubahan harus ditandatangani oleh pemilik rekening giro. 
  • Apabila jumlah uang yang ditulis dalam angka dan huruf berbeda, maka yang berlaku adalah jumlah yang ditulis dengan huruf.


Contoh Bilyet Giro/BG

Sebelum pemilik rekening giro menerbitkan Cek atau Bilyet Giro, maka harus dipastikan terlebih dahulu dana pada rekening giro tersebut mencukupi. Karena apabila pada saat Cek atau Bilyet Giro yang sudah diterbitkan tersebut diunjukan ke bank dan dananya tidak mencukupi, maka dikategorikan sebagai Cek atau Bilyet Giro Kosong. Konsekuensinya adalah pemilik rekening giro tersebut akan mendapatkan Surat Peringatan ke-1 dari Bank dimana pemilik rekening giro membuka rekening. Apabila dananya masih juga tidak tersedia/tidak mencukupi dalam jangka waktu tertentu maka akan diberikan Surat Peringatan ke-2, Surat Peringatan ke-3 dan pada akhirnya pemilik rekening giro tersebut masuk ke dalam Daftar Hitam Nasional (DHN). Kalau sudah masuk Daftar Hitam Nasional, pemilik rekening giro tersebut tidak bisa membuka rekening giro di Bank lain dan sulit untuk mendapatkan pinjaman dari Bank.

Untuk mengetahui lebih rinci tentang Daftar Hitam Nasional (DHN), silakan klik Daftar Hitam Nasional (DHN) Penarikan Cek atau Bilyet Giro Kosong. Atau Anda ingin mengetahui juga informasi seputar tabungan, silakan klik Pengertian Tabungan.


Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai pembahasan tentang rekening koran/giro, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda. Terima kasih.    

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.