Friday, July 10, 2015

Penggolongan Kualitas Kredit (Kolektibilitas Kredit)

Kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Calon debitur atau peminjam yang mengajukan kredit kepada bank, terlebih dahulu harus melampirkan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh bank. Selanjutanya pihak bank akan melakukan survey tempat usaha (untuk wiraswasta) dan tempat tinggal terhadap calon nasabah untuk mengetahui lebih rinci tentang kondisi calon debitur. Apabila hasil survey terhadap calon nasabah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh bank, maka calon nasabah tersebut layak untuk diberikan kredit/pinjaman oleh bank dan menjadi debitur.

Sebelum pinjaman tersebut diberikan kepada debitur/peminjam, kedua belah pihak (pihak bank dan debitur) terlebih dahulu melakukan akad kredit atau perjanjian kredit yang harus disepakati oleh kedua belah pihak, dimana isi dari perjanjian kredit secara garis besar biasanya memuat jangka waktu kredit, jumlah angsuran kredit, bunga kredit, denda keterlambatan, penalty, hak dan kewajiban kedua belah pihak serta hal-hal yang dapat timbul apabila debitur lalai/wanprestasi/tidak mematuhi perjanjian kredit. Apabila perjanjian kredit telah disepakati oleh kedua belah pihak, maka kreditur/bank akan memberikan pinjaman kepada debitur/peminjam.

Bank memiliki catatan tentang pembayaran angsuran nasabah setiap bulan, baik yang lancar maupun yang tidak lancar. Untuk nasabah yang tidak lancar akan diklasifikasikan lagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah penggolongan kualitas kredit:

Lama Tunggakan/DPD (Hari)KolektibiltasKeterangan
01Lancar
1-902Dalam Perhatian Khusus
91-1203Kurang Lancar
121-1804Diragukan
>1805Macet

Untuk kolektibiltas 3, 4, dan 5 termasuk kedalam kredit bermasalah yang biasa disebut dengan Non Performing Loan (NPL).

Tujuan penggolongan kualitas kredit bagi bank adalah untuk menghitung cadangan potensi kerugian yang tentunya akan berpengaruh terhadap portofolio bank dan salah satu indikator penilaian kesehatan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangakan tujuan atas penggolongan kualitas kredit bagi debitur adalah untuk memberikan edukasi kepada nasabah untuk membayar angsuran tepat waktu agar tetap berada pada kolektibiltas 1 (lancar). Apabila debitur membayar angsuran kredit tidak tepat waktu (berada pada koleltibilitas 2,3,4 dan 5), maka konsekuensinya jika ingin mengajukan kembali pinjaman ke bank manapun, debitur tersebut akan ditolak/sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman kembali, karena kolektibilitas debitur tercatat pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia atau biasa disebut dengan BI Checking, dimana SID tersebut dapat diakses oleh seluruh bank di Indonesia yang telah terdaftar di SID Bank Indonesia.

Jadi, untuk Anda yang ingin mengajukan pinjaman atau yang telah mempunyai pinjaman, bayarlah angsuran kredit dengan tepat waktu. Atau yang mempunyai tunggakan segera lunasi tunggakan tersebut. Hal terebut untuk kepentingan kita sendiri, jika suatu saat kita ingin mengajukan kembali kredit ke bank, maka kita akan mudah mendapatkan pinjaman. Karena bagaimanapun juga, kita akan selalu berhubungan dengan bank dan membutuhkan bank.

Itulah informasi mengenai Penggolongan Kualitas Kredit (Kolektibilitas Kredit), semoga dapat membantu Anda. Terima kasih telah membaca artikel ini.

1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.