Monday, August 31, 2015

Cara Mendeteksi Keaslian Uang Rp 10.000 (Mencegah Uang Palsu)

Uang rupiah adalah benda yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu oleh Bank Indonesia yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi, agar masyarakat lebih mudah, lebih praktis dalam melakukan kegiatan ekonomi serta dapat menentukan nilai dari suatu barang.

Seiring dengan canggihnya perkembangan teknolgi, seperti yang sering diinformasikan oleh media, saat ini banyak sekali uang rupiah palsu yang beredar di masyarakat yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang tentunya sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi hal tersbut, kita harus mengetahui cara-cara mendeteksi keaslian uang rupiah.

Untuk Anda yang ingin mengetahui secara terperinci cara mendeteksi keaslian uang Rp 10.000, berikut ini adalah cara untuk mendeteksi keaslian uang Rp 10.000:

Uang Kertas Pecahan Rp 10.000 Tahun Emisi 2005 Desain Baru



1.  DILIHAT 
Cara yang pertama adalah dengan cara dilihat dengan kasat mata, karena didalam uang kertas Rp 10.000 ada unsur pengaman yang dapat berubah warna atau gambar. Apabila dilihat dari kemiringan sudut tertentu akan terlihat perbedaan warna atau gambar pada beberapa elemen yaitu Optically Varible Ink (OVI), Cetak pelangi, Latent Image, dan Benang Pengaman. Bagian-bagian yang dapat dilihat tersebut yaitu yang diberi nomor 1 pada gambar uang Rp 10.000 diatas.

2.  DIRABA
Cara yang kedua yaitu dengan cara diraba, karena didalam uang kertas Rp 10.000 ada bagian yang dicetak dalam /Intaglio, apabila diraba cetakan akan terasa kasar. Bagian-bagian yang dapat diraba tersebut yaitu yang diberi nomor 2 pada gambar uang Rp 10.000 diatas.

3.  DITERAWANG
Cara yang ketiga yaitu dengan cara diterawang, karena didalam uang kertas Rp 10.000 ada bagian yang diberi Tanda Air, electrotype dan rectoverso. Apabila diterawang, akan terlihat gambar pahlawan dan ornamen pada area Tanda Air, serta gambar logo BI yang saling mengisi (rectoverso). Bagian-bagian yang dapat terawang tersebut yaitu yang diberi nomor 3 pada gambar uang Rp 10.000 diatas.

4. ULTRA VIOLET
Cara yang keempat yaitu dengan cara dilihat menggunakan lampu ultra violet, karena didalam uang kertas Rp 10.000 ada cetakan Visible dan invisible ink. Apabila disinari dengan lampu Ultra Violet, beberapa elemen baik yang tampak maupun tidak tampak akan terlihat memendar. Bagian-bagian yang dapat dilihat menggunakan lampu ultra violet tersebut yaitu yang diberi nomor 4 pada gambar uang Rp 10.000 diatas.

5. KACA PEMBESAR 
Cara yang kelima yaitu dengan cara dilihat menggunakan kaca pembesar, karena didalam uang kertas Rp 10.000 terdapat Mikroteks dan miniteks. Jadi apabila menggunakan kaca pembesar, akan terlihat susunan teks yang mempunyai perbedaan tebal tipis dan besar kecilnya huruf secara halus. Bagian-bagian yang dapat dilihat menggunakan kaca pembesar tersebut yaitu yang diberi nomor 5 pada gambar uang Rp 10.000 diatas.

Apabila Anda menemukan atau mempunyai uang rupiah yang diragukan keasliannya, silahkan di cek dengan cara-cara diatas. Setelah melakukan pengecekan dengan mengikuti cara-cara diatas, tetapi Anda masih merasa ragu, untuk lebih meyakinkan silahkan mendatangi Bank Indonesia terdekat.

Jaga uang rupiah, sayangi uang rupiah, dan cegah peredaran uang rupiah palsu dengan cara mengenali karakteristik keaslian uang rupiah. Gunakanlah uang rupiah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan di negara tercinta Indonesia.

Jika Anda ingin mengetahui juga cara menghitung bunga tabungan, silakan klik (Cara Menghitung Bunga Tabungan). Atau Anda ingin mengetahui mengenai materi seputar perbankan, silakan klik disini.

Itulah informasi mengenai cara mendeteksi keaslian uang Rp 100.000 berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, semoga dapat membantu Anda. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.