Monday, August 24, 2015

Ketentuan Untuk Melakukan Penukaran Uang Rupiah


Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang mengedarkan uang rupiah kepada masyarakat. Bank Indonesia menetapkan macam-macam uang, harga uang, ciri uang yang akan dikeluarkan serta bahan uang yang digunakan. Dalam menetapkan ciri uang dan bahan uang, Bank Indonesia berwenang menetapkan desain uang, spesifikasi uang, dan spesifikasi bahan uang.

Bank Indonesia memberikan layanan penukaran uang kepada masyarakat. Pelaksana layanan penukaran uang bisa juga diberikan kepada pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia. Sudah menjadi tradisi masyarakat di seluruh Indonesia disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong ke Bank Indonesia atau mendatangi Bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk menukarkan uangnya dengan uang yang baru. Maka setiap tahun Bank Indonesia menyediakan uang baru hingga trilyunan rupiah.

Apabila Anda ingin melakukan penukaran uang ke Bank Indonesia atau kepada pihak yang telah disetujui oleh bank Indonesia, sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu ketentuan untuk melakukan penukaran uang berikut ini:
  • Uang yang masih layak edar dapat ditukarkan dengan uang yang masih layak edar dalam pecahan yang sama atau pecahan lainnya
  • Uang Tidak Layak Edar dengan uang yang masih layak edar dalam pecahan yang sama atau pecahan lainnya
  • Bank Indonesia tidak memberikan penggantian atas uang yang hilang atau musnah karena sebab apapun
  • Bank Indonesia dan atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian atas uang lusuh atau uang cacat sebesar nilai nominal
  • Uang yang dinyatakan palsu tidak diberikan penggantian oleh Bank Indonesia
  • Penggantian uang lusuh atau uang cacat diberikan sepanjang Bank Indonesia dan atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia dapat mengenali tanda keaslian uang.
  • Untuk uang kertas yang rusak diberikan penggantian sebesar nilai nominal apabila fisik uang lebih besar dari setengah ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya, serta masih merupakan satu kesatuan dan terdapat salah satu nomor serinya secara lengkap atau tidak merupakan satu kesatuan tetapi masih terdapat kedua nomor serinya secara lengkap dan sama.
  • Untuk uang kertas yang rusak tidak diberikan penggantian apabila fisik uang sama dengan atau kurang dari setengah ukuran aslinya.
  • Untuk Uang Logam yang rusak diberikan penggantian sebesar nilai nominal, apabila fisik uang lebih besar dari setengah ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.
  • Untuk Uang Logam yang rusak tidak diberikan penggantian,apabila fisik uang sama dengan atau kurang dari setengah ukuran aslinya.
  • Untuk uang kertas yang terbuat dari bahan plastik rusak, akan diberikan penggantian sebesar nilai nominal apabila fisik uang mengerut dan masih utuh dan ciri uang dapat dikenali keasliannya, serta masih merupakan satu kesatuan dan terdapat salah satu nomor serinya secara lengkap atau tidak merupakan satu kesatuan tetapi masih terdapat kedua nomor serinya secara lengkap dan sama.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai ketentuan untuk melakukan penukaran uang rupiah, semoga dapat membantu Anda.

Jika Anda ingin mengetahui juga tentang cara mendeteksi keaslian uang, pengertian serta pembahasan tentang uang, silakan klik (Uang)Atau apabila Anda ingin mengetahui lokasi ATM setor tunai, silakan klik (Lokasi ATM).

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.