Saturday, August 8, 2015

Pengertian LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)


LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaiman telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009. Fungsi didirikannya LPS adalah untuk menjamin simpanan nasabah di bank apabila bank tersebut dilikuidasi atau dicabut izin usahanya, maka LPS akan membayar simpanan nasabah tersebut dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

LPS menjamin simpanan pada seluruh bank konvensional dan bank syariah yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia, baik Bank Umum (Bank Asing, Bank Campuran, Bank Swasta Nasional, Bank Pembangunan Daerah dan Bank milik Pemerintah serta Bank Perkreditan Rakyat), dan bank tersebut wajib mencantumkan logo LPS di setiap kantor cabang. Nasabah tidak dibebani  biaya agar simpanannya dijamin, karena bank telah menanggung seluruh biaya penjaminan. 

Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), berikut ini adalah penjelasannya:

Jenis simpanan yang dijamin oleh LPS
untuk Bank Konvensional adalah sebagai berikut:
1. Tabungan
2. Deposito
3. Giro
4. Sertifikat Deposito
5. Bentuk lain yang dipersamakan dengan itu

untuk Bank Syariah adalah sebagai berikut:
1. Tabungan Wadiah
2. Tabungan Mudharabah
3. Giro Wadiah
4. Giro Mudharabah
5. Deposito Mudharabah
6. Simpanan berdasarkan prinsip syariah lainnya

Nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp 2 milyar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. Apabila seorang nasabah mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu bank, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening di bank tersebut dijumlahkan. Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga untuk bank konvensional, atau pokok ditambah bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah untuk bank syariah. Apabila nasabah mempunyai simpanan pada satu bank melebihi Rp 2 milyar, maka LPS hanya akan menjamin pembayaran simpanan nasabah tersebut sampai jumlah Rp 2 milyar, sedangkan sisanya akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi berdasarkan hasil likuidasi kekayaan bank.


Syarat-syarat agar simpanan nasabah dapat dibayar oleh LPS
Untuk simpanan pada Bank Konvensional:
1. Simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank
2. Tingkat suku bunga simpanan nasabah tidak melebihi tingkat bunga yang ditetapkan oleh LPS (secara periodik LPS menetapkan tingkat bunga simpanan yang dipublikasikan kepada bank)
3. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya mempunyai kredit macet di bank tersebut

Untuk simpanan pada Bank Syariah:
1. Simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank
2. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya mempunyai kredit macet di bank tersebut

Contoh perhitungan simpanan yang dijamin LPS:
LPS menetapkan tingkat suku bunga simpanan sebesar 7,5% per tahun. Nasabah Dudi, Anton, dan Ujang masing-masing mempunyai tabungan atas nama pribadi di Bank XYZ dengan saldo masing-masing sebesar Rp 2.5 milyar, Rp 3 milyar, Rp 4 milyar dengan bunga simpanan 7,5% per tahun.
Apabila Bank XYZ dicabut ijin usahanya, maka perhitungan nilai simpanan yang dijamin untuk masing-masing nasabah tersebut dan LPS akan membayar  klaim penjaminan sebesar Rp 2 milyar kepada masing-masing nasabah (Dudi, Anton, dan Ujang).
Untuk sebagian saldo rekeningnya tidak dibayarkan oleh LPS karena saldo simpanannya telah melebihi jumlah maksimum simpanan yang dijamin, LPS akan menerbitkan Surat Keterangan mengenai saldo rekening yang tidak dibayarkan tersebut, yaitu:
a. Dudi, saldo yang tidak dibayar sebesar Rp 500 juta
b. Anton, saldo yang tidak dibayar sebesar Rp 1 milyar
c. Ujang, saldo yang tidak dibayar sebesar Rp 2 milyar
Penyelesaian atas saldo rekening yang tidak dibayar tersebut, dilakukan dengan mekanisme likuidasi akan diselesaikan melalui proses likuidasi Bank XYZ.


Apabila nasabah memperoleh bunga simpanan melebihi suku bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS, maka simpanan tersebut tidak dijamin oleh LPS secara keseluruhan (baik pokok maupun bunga).

Cara LPS melakukan pembayaran klaim penjaminan kepada nasabah
Sebelum LPS membayar klaim simpanan, LPS melakukan rekonsiliasi dan verifikasi (rekonver) terlebih dahulu untuk menentukan simpanan layak bayar selambat-lambatnya 90 hari kerja sejak ijin usaha bank dicabut. Simpanan yang layak bayar akan mulai dibayarkan kepada nasabah penyimpan melalui bank yang ditunjuk selambat-lambatnya 5 hari kerja sejak proses (rekonver) dimulai. Sedangkan untuk jangka waktu pengajuan klaim penjaminan yang dilakukan oleh nasabah adalah 5 tahun sejak ijin usaha bank tersebut dicabut.

Jadi, apabila Anda ingin menyimpan dananya di Bank serta dijamin oleh LPS, maka ikutilah ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh LPS agar dikemudian hari jika suatu hal yang buruk menimpa Bank tersebut, misalnya dilikuidasi, maka uang Anda akan kembali utuh karena dijamin oleh LPS.

Itulah informasi yang dapat saya berikan tentang pembahasan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.