Saturday, September 19, 2015

Daftar Hitam Nasional (DHN) Penarikan Cek atau Bilyet Giro Kosong

Penggunaan Cek dan Bilyet Giro sebagai alat pembayaran masih sangat diminati oleh masyarakat di Indonesia, karena pembayaran dengan menggunakan Cek atau Bilyet Giro ini relatif aman, nyaman dibandingkan dengan menggunakan uang tunai. Misalnya untuk transaksi dengan nominal besar nasabah tidak perlu repot membawa uang tunai yang jumlahnya besar, cukup hanya dengan mengisi jumlah nominal yang akan ditarik dan isian lainnya secara lengkap pada lembar Cek atau Bilyet Giro. Tetapi dalam prakteknya masih terjadi risiko gagal bayar yang diakibatkan adanya Cek atau Bilyet Giro yang tidak disediakan dananya secara cukup oleh pemilik rekening giro atau lebih dikenal dengan Cek/Bilyet Giro kosong.

Cek/Bilyet Giro kosong tentunya sangat merugikan masyarakat. Untu meminimalkan risiko atas Cek/Bilyet Giro kosong serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Cek/Bilyet Giro, maka pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia memberlakukan sanksi secara nasional kepada Penarik Cek/Bilyet Giro kosong. Sanksi tersebut yaitu pemilik rekening giro yang melakukan penarikan Cek/Bilyet Giro kosong akan dimasukan kedalam Daftar Hitam Nasional (DHN) yang berlaku secara nasional.

Agar pembahasan mengenai DHN ini mudah dimengerti, maka sebaiknya perlu dipahami terlebih dahulu beberapa pengertian dibawah ini:

Daftar Hitam Nasional (DHN) adalah informasi mengenai identitas pemilik rekening giro yang melakukan penarikan cek dan/atau bilyet giro kosong yang berlaku secara nasional.

Penarik adalah pemilik rekening giro atau orang yang dikuasakan oleh pemilik rekening giro yang memerintahkan bank tertarik untuk melakukan pembayaran atau pemindahbukuan sejumlah dana atas beban rekening pemilik rekening giro kepada pemegang atau kepada pihak yang disebutkan namanya dalam cek atau bilyet giro.

Pemegang adalah nasabah yang memperoleh pembayaran atau pemindahbukuan dana dari Bank Tertarik sebagaimana diperintahkan oleh Penarik kepada Bank Tertarik.

Bank Tertarik adalah Bank yang menerima perintah pembayaran atau perintah pemindahbukuan atas
sejumlah dana dari Penarik dengan menggunakan cek dan/atau bilyet giro.

Cek dan/atau bilyet giro kosong adalah cek dan/atau bilyet giro yang ditunjukkan oleh Pemegang baik melalui kliring maupun melalui counter teller Bank secara langsung dan ditolak pembayarannya atau pemindahbukuannya oleh Bank dengan alasan penolakan “saldo rekening tidak cukup” atau “rekening giro telah ditutup”.

Pemilik rekening giro akan dicantumkan identitasnya dalam DHN apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: 
  1. Melakukan penarikan cek/bilyet giro kosong yang berbeda sebanyak 3 (tiga) lembar atau lebih dengan nilai nominal masing-masing di bawah Rp 500.000.000,- (lima ratus juta tupiah) pada bank yang sama dalam jangka waktu 6 (enam) bulan. 
  2. melakukan penarikan cek/bilyet giro kosong 1 (satu) lembar dengan nilai nominal Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) atau lebih.
Pencantuman identitas pemilik rekening giro kedalam DHN dilakukan oleh Bank Tertarik dengan melaporkan sendiri secara online kepada Bank Indonesia. Kemudian Bank Indonesia akan menerbitkan atau mempublikasikan DHN melalui Sistem Informasi Daftar Hitam Nasional (DHN) yang dapat diakses oleh seluruh Bank Umum di seluruh Indonesia.

Apabila pemilik rekening giro masuk DHN, maka akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
  1. Pembekuan hak atau hilangnya hak nasabah atas penggunaan cek/bilyet giro selama 1 (satu) tahun sejak tanggal penerbitan DHN oleh Bank Tertarik dan Bank lainnya di seluruh Indonesia.
  2. Pembekuan hak penggunaan cek dan/atau bilyet giro tidak menyebabkan penutupan rekening giro pemilik rekening sehingga pemilik rekening masih dapat menggunakan sarana lain diluar cek/bilyet giro misalnya form transfer dana atau slip penarikan tunai. 
  3. Pembekuan hak penggunaan cek/bilyet giro dilakukan untuk seluruh rekening giro yang dimiliki oleh pemilik rekening baik berupa rekening giro perorangan, rekening giro gabungan maupuan rekening giro yang dimaksudkan hanya untuk menampung kredit/pinjaman.
Jika pemilik rekening giro yang masuk DHN melakukan penarikan kembali cek/bilyet giro kosong, maka akan diberikan sanksi lebih berat lagi, yaitu:
  1. Seluruh rekening giro pemilik rekening di Bank Tertarik akan ditutup  
  2. Bank Tertarik akan mencantumkan kembali identitas pemilik rekening dalam DHN periode berikutnya, yang mengakibatkan pembekuan hak atas penggunaan cek/bilyet giro bertambah lama.
Bank dapat melakukan pembatalan identitas pemilik rekening yang masuk DHN (rehabilitasi DHN) apabila terbukti:
  1. terdapat kesalahan administrasi yang dilakukan oleh Bank tertarik
  2. kewajiban pemilik rekening atas penarikan cek atau bilyet giro kosong kepada Pemegang telah dipenuhi dalam jangka waktu 7 hari kerja setelah tanggal penolakan 
  3. terdapat putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap yang menyatakan bahwa Bank harus membatalkan penolakan cek dan/atau bilyet giro kosong 
  4. keadaaan darurat yang mengakibatkan pemilik rekening tidak dapat memenuhi kewajibannya atas penarikan cek dan/atau bilyet giro kosong 
  5. pembayaran atau pemindahbukuan dari cek atau bilyet giro kosong diperuntukan bagi pemilik rekening itu sendiri
Contoh Kasus 1: 
Tanggal 1 April 2015
Pak Komar membeli 30 karung beras seharga Rp 10.000.000 kepada Pak Toni, yang pembayarannya menggunakan 1 lembar Cek Bank ABC milik Pak Komar. Kemudian di hari yang sama Pak Toni ingin melakukan pencairan Cek tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Komar di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut maka Bank ABC memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada Pak Komar.

Tanggal 5 Mei 2015
Pak Komar membeli mobil bekas seharga Rp 150.000.000 kepada Pak Darmo, pembayarannya menggunakan 1 lembar Bilyet Giro Bank ABC milik Pak Komar yang tanggal efektifnya 16 Mei 2015. Kemudian pada tanggal 16 Mei 2015 Pak Darmo ingin melakukan pencairan Bilyet Giro tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Komar di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut maka Bank ABC memberikan Surat Peringatan (SP) 2 kepada Pak Komar.

Tanggal 1 September 2015
Pak Komar membeli sawah seharga Rp 80.000.000 kepada Pak Dudi, pembayarannya menggunakan 1 lembar Cek Bank ABC milik Pak Komar. Kemudian Pak Dudi ingin melakukan pencairan Cek tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Komar di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut, Bank ABC menerbitkan identitas Pak Komar ke dalam Daftar Hitam Nasional (DHN). Maka hak penggunaan Cek atau Bilyet Giro Pak Komar di Bank ABC dan Bank lainnya diseluruh Indonesia akan dibekukan.

Tanggal 20 September 2015
Pak Komar membeli motor bekas seharga Rp 12.000.000 kepada Pak Andre, pembayarannya menggunakan 1 lembar Cek Bank ABC milik Pak Komar. Kemudian Pak Andre ingin melakukan pencairan Cek tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Komar di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut maka Bank ABC akan menutup rekening giro Pak Komar dan akan dicantumkan kembali identitasnya dalam Daftar Hitam Nasional (DHN).


Contoh Kasus 2:
Tanggal 1 April 2015
Pak Jono membeli 100 sak semen seharga Rp 9.000.000 kepada Pak Anton, membeli 5 truk pasir seharga Rp 5.000.000 kepada Pak Brian, yang pembayarannya masing-masing menggunakan Cek Bank ABC milik Pak Jono. Kemudian Pak Anton dan Pak Brian ingin melakukan pencairan Cek tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Jono di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut maka Bank ABC langsung memberikan Surat Peringatan (SP) 2 kepada Pak Jono tanpa adanya Surat Peringatan (SP) 1, karena telah melakukan penarikan 2 lembar Cek atau Bilyet Giro di hari yang sama.

Tanggal 1 Juni 2015
Pak Jono membeli rumah seharga Rp 200.000.000 kepada Pak Wisnu, pembayarannya menggunakan 1 lembar Cek Bank ABC milik Pak Jono. Kemudian Pak Wisnu ingin melakukan pencairan Cek tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Jono di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut, Bank ABC menerbitkan identitas Pak Jono ke dalam Daftar Hitam Nasional (DHN). Maka hak penggunaan Cek atau Bilyet Giro Pak Jono di Bank ABC dan Bank lainnya diseluruh Indonesia akan dibekukan.

Tanggal 29 Juni 2015
Pak Jono membeli truk bekas seharga Rp 100.000.000 kepada Pak Milano, pembayarannya menggunakan 1 lembar Cek Bank ABC milik Pak Jono. Kemudian Pak Milano ingin melakukan pencairan Cek tersebut ke Bank ABC tetapi ditolak oleh Bank ABC karena rekening giro milik Pak Jono di Bank ABC tidak cukup saldo (cek kosong). Atas hal tersebut maka Bank ABC akan menutup rekening giro Pak Jono dan akan dicantumkan kembali identitasnya dalam Daftar Hitam Nasional (DHN).

Contoh Kasus 3:
Untuk contoh kasus yang ketiga ini, apabila nasabah melakukan penarikan Cek atau Bilyet Giro kosong 3 lembar secara sekaligus pada bank yang sama, maka identitasnya akan langsung dicantumkan dalam Daftar Hitam Nasional (DHN) tanap adanya SP1 dan SP2.

Contoh Kasus 4:
Untuk contoh kasus yang keempat ini, apabila nasabah melakukan penarikan Cek atau Bilyet Giro kosong 1 lembar dengan nominal Rp 500.000.000 atau lebih, maka identitasnya akan langsung dicantumkan dalam Daftar Hitam Nasional (DHN) tanpa adanya SP1 dan SP2.

Pemilik Rekening wajib mengembalikan sisa blanko cek/bilyet giro kepada Bank jika hak penggunaan cek/bilyet gironya dibekukan, identitas Pemilik Rekening dicantumkan dalam DHN, atau Rekening Giro ditutup atas permintaan sendiri. Dengan sanksi-sanksi tersebut tentunya pemilik rekening giro yang masuk DHN tidak akan bisa membuka rekening giro dan tidak bisa menggunakan cek/bilyet giro di bank seluruh Indonesia.

Untuk Anda yang ingin menggunakan Cek atau Bilyet Giro, pahami dahulu tentang Cek dan Bilyet Giro dengan benar agar tidak merugikan Anda dan orang lain di kemudian hari. Untuk Anda yang sudah sering menggunakan Cek atau Bilyet Giro, sediakanlah dana yang cukup sebelum Anda mengedarkan Cek atau Bilyet Giro. Untuk Anda yang identitasnya sudah masuk dalam Daftar Hitam Nasional (DHN), sediakanlah dana yang cukup di rekening giro Anda dan gunakanlah Cek atau Bilyet Giro dengan bijak.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai Daftar Hitam Nasional (DHN) 
Penarikan Cek atau Bilyet Giro Kosong, semoga dapat membantu Anda. Terima kasih.

5 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. mantaaaaaf gan, cuman ada pertanyaan sedikit nih.
    Apakah orang yg sdh serti di atas atau sdh masuk DHN bisa pulih kembali alias bersih kembali atau tidak? trims

    ReplyDelete
  3. Selamat pagi,

    Apakah Anda dalam kesulitan keuangan? Membutuhkan pinjaman untuk melunasi hutang-hutang Anda? Atau apakah Anda seorang pria atau wanita yang berniat untuk memperluas bisnis mereka. Menawarkan pinjaman dari segala jenis pada tingkat bunga yang terjangkau dari 2% dengan kami hari ini untuk pinjaman rumah melalui email: Arlenewilliamsloanfinance@hotmail.com

    PERMINTAAN KREDIT / INFORMASI (IN APLIKASI)

    nama:
    Nama:
    negara:
    Jumlah yang dibutuhkan:
    Jangka waktu pinjaman:
    Objek dari pinjaman:
    profesi:
    Pendapatan bulanan:
    Tanggal lahir (yyyy-mm-dd):
    seluler:
    seks:
    Status:

    Salam

    Mrs Arlene Williams

    ReplyDelete
  4. Min, seandainya saya menerima BG dari bank BCA kemudian ditujukan kepada bank BRI saya. Setelah tanggal yang telah di tulis di dalam BG saya cairkan, kemudian bank memprosesnya selama kurang lebih 3 hari. Lalu cair lah uang tersebut.
    Pertanyaan saya selanjutnya ialah kenapa uang tersebut kemudian keluar kembali secara otomatis? sehingga saya tidak bisa mencairkan uang tersebut.
    Apakah ada besaran nilai yang bisa di tarik dalam suatu bank tersebut?? misalkan di atas 1 M
    Apakah harus sesama bank saja misalkan BCA ke BCA supaya BG tersebut bisa cair?
    Apakah berbeda cara pencairan cek dan BG ??

    ReplyDelete
  5. Apakah Anda Mencari Sumber Keuangan dengan tingkat bunga 2% untuk Apartemen Baru, Konstruksi,
    Refinance,
    Konsolidasi Utang, Tujuan Pribadi atau Bisnis? Skala kecil atau besar? Sini
    Mari membuka kesempatan

    Realita Keuangan Rumah Tangga yang signifikan menawarkan Jasa Keuangan kepada orang yang berkualifikasi
    Orang (s).

    * Jumlah maksimum yang kami pinjam adalah 500.000.000,00 untuk semua mata uang
    Mata uang: Dolar Amerika Serikat, Eropa dan Inggris (GBP) e.t.c

    Hubungi kami melalui email: ..
    legitloanfirm322@GMAIL.COM

    globalfinance334@gmail.com

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.