Tuesday, January 26, 2016

Pembahasan Tentang Kartu Kredit (Credit Card)

Bank memiliki banyak produk perbankan yang ditawarkan untuk nasabah, mulai dari produk funding seperti tabungan, deposito, giro hingga produk lending seperti kredit kepemilikan rumah, kredit multiguna, kredit kepemilikan kendaraan bermotor, kredit modal kerja, kartu kredit (credit card), dan kredit lainnya. Selain produk funding dan lending, bank juga memiliki produk layanan seperti cash deposit box, layanan transfer LLG & RTGS, isi ulang pulsa, pembayaran tagihan, dan sebagainya.

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membahas mengenai salah satu produk perbankan yaitu kartu kredit (credit card).Hampir setiap bank umum di Indonesia memiliki produk kartu kredit (credit card). Setiap bank atau lembaga selain bank yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit Kartu ATM hanya dapat melakukan kegiatan penerbitan Kartu ATM saja. Untuk dapat menerbitkan kartu kredit, bank atau lembaga selain bank tersebut wajib mengajukan izin kembali ke Bank Indonesia agar dapat menerbitkan kartu kredit.

Untuk Anda nasabah bank yang sering menggunakan layanan perbankan dan berhubungan dengan bank,mungkin kartu kredit tidak asing lagi buat Anda karena Anda telah memiliki dan sering menggunakan kartu kredit. Atau Anda belum memiliki kartu kredit (credit card) tetapi sering ditawari kartu kredit oleh pihak bank dan selalu Anda tolak karena tidak begitu memahami tentang kartu kredit (credit card).

Untuk Anda yang telah memiliki dan sering menggunakan kartu kredit tetapi belum memahami betul tentang kartu kredit, maupun yang ingin memiliki kartu kredit, sebaiknya dipahami terlebih dahulu mengenai kartu kredit (credit card), agar Anda dapat mengelola penggunaan kartu kredit secara bijak dan tidak merugikan Anda dikemudian hari. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kartu kredit:

Pengertian Kartu kredit
Menurut peraturan Bank Indonesia, Kartu Kredit adalah alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai, dimana kewajiban pembayaran Pemegang Kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh Acquirer atau Penerbit, dan Pemegang Kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran. Dari pengertian tersebut, penjelasan sederhananya yaitu misalnya Anda sebagai pemegang kartu kredit Bank ABC melakukan transaksi di merchant dengan menggunakan kartu kredit, maka transaksi tersebut akan dibayar terlebih dahulu oleh Bank ABC kepada merchant, dan Anda sebagai pemegang kartu harus membayar kepada Bank ABC baik secara sekaligus maupun diangsur.

Untuk dapat memiliki kartu kredit, Anda harus mengajukan terlebih dahulu dengan cara mendatangi customer service penerbit kartu/bank yang Anda inginkan, kemudian mengisi formulir pengajuan kartu kredit secara lengkap. Beberapa hari kemudian Anda akan dihubungi oleh pihak penerbit kartu/bank untuk konfirmasi data. Apabila disetujui, maka pada saat Anda menerima kartu kredit dari penerbit kartu kredit/bank, Anda harus segera menandatangani kartu kredit pada panel tanda tangan yang berada di bagian belakang kartu kredit dan menghubungi call center Bank untuk melakukan aktivasi kartu, agar kartu dapat digunakan. Kartu kredit tidak dapat digunakan untuk transaksi sebelum dilakukan aktivasi.

Jenis-jenis Kartu Kredit
Setiap penerbit kartu kredit/bank yang akan menerbitkan produk baru kartu kredit harus melaporkan secara tertulis kepada Bank Indonesia. Pelaporan tersebut menjelaskan karakteristik produk baru kartu kredit antara lain meliputi alur transaksi, upaya peningkatan keamanan sistem,dan perbedaan produk baru dengan produk sebelumnya. Hal tersebut dimaksudkan sebagai salah satu bentuk pengawasan sebelum kegiatan produk baru kartu kredit dilaksanakan. Setiap penerbit kartu kredit/bank mempunyai produk kartu kredit tersendiri, jadi produk kartu kredit bank yang satu dengan bank lainnya tidak akan sama. Tetapi, secara umum biasanya setiap penerbit kartu kredit/bank menerbitkan produk kartu kredit dengan kategori sebagai berikut:
  1. Kartu Kredit Classic
  2. Kartu Kredit Silver
  3. Kartu Kredit Gold
  4. Kartu Kredit Platinum

Dari masing-masing produk kartu kredit tersebut memiliki beberapa perbedaan fasilitas diantaranya yaitu besarnya iuran tahunan (annual fee) dan besarnya batas kredit (credit limit). Misalnya untuk kartu kredit silver iuran tahunannya (annual fee) sebesar Rp 250.000 dan batas kredit yang diberikan sebesar Rp 5.000.000. Sedangkan untuk kartu kredit gold iuran tahunannya sebesar Rp 500.000 dan batas kredit yang diberikan sebesar Rp 15.000.000

Transaksi Dengan Kartu Kredit Dikenakan Charge (Biaya Administrasi)
Tidak semua pusat perbelanjaan/ toko/ pedagang/ penjual barang dan jasa dapat menerima transaksi pembelanjaan dengan menggunakan kartu kredit, tetapi hanya untuk perusahaan atau pedagang yang bergerak di bidang jasa dan atau di bidang perdagangan yang mempunyai perjanjian dan sudah bekerjasama dengan penerbit kartu kredit/bank, yang biasa disebut dengan merchant. Sekarang ini banyak sekali merchant yang telah bekerjasama dengan penerbit kartu/bank. Tetapi, sebelum Anda bertransaksi menggunakan kartu kredit di merchant sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu apakah bisa menggunakan kartu kredit atau tidak. Jika bisa menggunakan kartu kredit, tanyakan juga dikenakan biaya administrasi (charge) berapa persen, karena setiap Anda melakukan transaksi di merchant dengan menggunakan kartu kredit, maka Anda akan dikenakan biaya administrasi (charge). Besarnya biaya administrasi berbeda-beda tergantung merchant dan kebijakan masing-masing penerbit kartu/bank, karena biaya administrasi kartu kredit Bank A dengan kartu kredit Bank B bisa berbeda, dan juga biaya administrasi merchant A dengan merchant B bisa berbeda meskipun menggunakan kartu kredit yang sama.

Untuk biaya administrasi (charge) yang dibebankan kepada pemegang kartu biasanya sebesar 3% dari nilai transaksi. Misalnya Anda menggunakan kartu kredit Bank A untuk transaksi pembelanjaan di Toko Maju sebesar Rp 1.000.000 maka Anda akan dikenakan charge 3% sehingga transaksi Anda di Toko Maju menjadi Rp 1.030.000 (Rp 1.000.000 + 3%). Pada lembar tagihan kartu kredit yang harus Anda bayar akan tercetak sebesar Rp 1.030.000

Pemegang kartu kredit juga bisa melakukan tarik tunai sebesar batas penarikan tunai yang telah ditentukan oleh penerbit kartu/Bank. Penarikan tunai dapat dilakukan disetiap Kantor Cabang dan ATM bank penerbit kartu, ATM yang bertanda Visa International (jika kartu kreditnya berlogo visa) di Indonesia maupun di luar negeri, ATM yang bertanda Master Card (jika kartu kreditnya berlogo master card) di Indonesia maupun di luar negeri. Penarikan tunai dikenakan biaya administrasi (charge) yang lebih besar dari transaksi pembelanjaan di merchant. Besarnya biaya administrasi berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing penerbit kartu/bank, biasanya sebesar 6% - 10% dari nominal tarik tunai atau sekurang-kurangnya Rp 50.000 dan juga dikenakan bunga harian.

Pembayaran Kartu Kredit dengan Angsuran
Pembayaran kartu kredit dapat dilakukan dengan pembayaran secara sekaligus atau dengan angsuran. Pembayaran secara sekaligus artinya jika Anda melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit, maka pada saat ada tagihan Anda langsung membayar seluruhnya sesuai dengan jumlah tagihan yang tertera di lembar tagihan. Misalnya Anda melakukan transaksi di Toko Baru Rp 2.000.000, Anda akan dikenakan charge 3% sehingga transaksi Anda di Toko Baru menjadi Rp 2.060.000 (Rp 2.000.000 + 3%). Pada saat ada lembar tagihan, jumlah tagihan yang harus Anda bayar akan tercetak sebesar Rp 2.060.000 ditambah dengan bea meterai Rp 6.000, kemudian Anda membayar secara sekaligus sebesar Rp 2.066.000 (Rp 2.060.000 + Rp 6.000). Karena Anda telah membayar secara sekaligus dan di bulan berjalan Anda tidak melakukan transaksi, maka tagihan kartu kredit Anda di bulan berikutnya Rp 0.

Bank penerbit kartu kredit akan membebankan bunga kepada pemegang kartu kredit yang besarnya ditetapkan oleh bank dari setiap transaksi yang dilakukan, apabila pemegang kartu kredit tidak melakukan pembayaran secara sekaligus atas seluruh total tagihan atau dilakukan secara angsuran, maka sisanya akan diperhitungkan dalam lembar tagihan bulan berikutnya ditambah dengan bunga. Pembayaran secara angsuran dapat dilakukan dengan dua cara:
  1. Pembayaran dengan cicilan tetap yaitu pembayaran yang dilakukan oleh pemegang kartu kepada penerbit kartu/bank secara angsuran berdasarkan bunga dan jangka waktu tertentu dengan jumlah pembayaran yang sama setiap bulannya. Jika pembayarannya ingin menggunakan cicilan tetap, setelah Anda melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit, maka Anda harus menghubungi call center penerbit kartu/bank pada umumnya maksimal 14 hari setelah melakukan transaksi, untuk konfirmasi agar dijadikan cicilan. Misalnya Anda melakukan transaksi sebesar Rp 1.000.000 dan Anda menghubungi call center untuk pembayarannya dijadikan cicilan tetap dengan jangka waktu cicilan 12 bulan dan bunga yang telah ditetapkan oleh bank sebesar 12% per tahun. Maka selama 12 bulan Anda harus membayar angsuran per bulan sebesar Rp 93.333 (1.000.000 x 12% + 1.000.000 / 12). Metode pembayaran semacam ini sama halnya seperti angsuran kredit pada umumnya.
  2. Pembayaran dengan minimum payment yaitu pembayaran yang dilakukan oleh pemegang kartu kepada penerbit kartu/bank secara angsuran dengan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan, atau sekurang-kurangnya Rp 50.000. Misalnya Anda melakukan transaksi sebesar Rp 1.000.000. Pada saat ada tagihan, Anda dapat membayar sebesar 10% dari Rp 1.000.000 yaitu sebesar Rp 100.000. Tetapi kalau misalnya Anda melakukan transaksi dengan kartu kredit Rp 400.000, pada saat ada tagihan, Anda tidak dapat membayar sebesar Rp 40.000 (400.000 x 10%), tetapi Anda membayar Rp 50.000 karena pembayaran minimumnya (minimum payment) Rp 50.000

Apabila Pemegang Kartu melakukan pembayaran kurang dari minimum pembayaran atau pembayaran diterima Bank setelah tanggal jatuh tempo, atau pemegang kartu tidak melakukan pembayaran, maka Pemegang Kartu akan dikenakan denda yang jumlahnya ditetapkan oleh Bank dari waktu ke waktu.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai kartu kredit. Apabila Anda ingin mengetahui juga mengenai ketentuan Daftar Hitam Nasional yang disebabkan oleh penarikan cek atau bilyet giro kosong, silakan klik (DHN). Atau Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Lembaga Penjamin Simpanan, silakan klik (LPS).

Semoga informasi ini dapat membantu Anda, terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.