Wednesday, March 9, 2016

Tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Setiap bank di Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai macam produk perbankan, dengan tujuan dapat mengakomodir segala kebutuhan nasabah yang semakin beragam. Banyak sekali produk yang dimiliki oleh bank, mulai dari produk funding hingga produk lending ditawarkan oleh bank kepada masyarakat.

Untuk produk lending, bank memiliki produk seperti kredit multiguna, kartu kredit, kredit pemilikan kendaraan, kredit corporate, kredit pemilikan rumah, dan lain-lain. Dari banyak produk lending yang dimiliki oleh bank, pada kesempatan ini saya akan mencoba membahas mengenai kredit pemilikan rumah.

Secara umum, populasi penduduk Indonesia setiap tahun mengalami kenaikan. Hal tersebut tentu akan mengakibatkan meningkatnya permintaan kepemilikan rumah sehingga berpengaruh terhadap harga tanah dan rumah yang mengalami kenaikan dengan cepat. Tanah merupakan aset yang tidak mengalami penyusutan karena dari tahun ke tahun harga tanah terus meningkat.

Memiliki rumah sendiri merupakan keinginan sekaligus kebutuhan setiap orang. Apalagi untuk orang yang sudah berkeluarga, memiliki rumah sendiri adalah hal utama yang didambakan. Akan tetapi, untuk memiliki rumah yang ideal sesuai dengan yang diinginkan cukup sulit karena harganya relatif tidak terjangkau apabila pembeliannya dilakukan secara tunai sekaligus. Salah satu cara untuk memilikinya yaitu dengan mengajukan pinjaman ke bank.

Saat ini, untuk memiliki rumah sendiri bukan lagi sesuatu yang sulit, karena ada fasilitas kredit yang diberikan oleh kalangan perbankan yang biasa disebut dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kredit Pemilikan Rumah adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah. Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini tidak hanya untuk pembelian rumah baru, tetapi pembelian rumah bekas juga dapat dibiayai. Begitu pula jika ingin melakukan renovasi rumah, nasabah dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Jenis-jenis KPR yang Ada di Indonesia:
Pada umumnya, Kredit Pemelikan Rumah (KPR) di Indonesia terdiri dari 2 jenis, yaitu KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi.
  1. KPR Subsidi, yaitu suatu kredit pemilikan rumah yang diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah, dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki. Pemerintah telah membuat aturan tersendiri untuk KPR subsidi, sehingga tidak semua masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas KPR subsidi. Secara umum batasan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi adalah berdasarkan penghasilan nasabah dan maksimum kredit yang akan diberikan. Bentuk subsidi yang diberikan berupa subsidi meringankan kredit, subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Untuk subsidi meringankan kredit, biasanya nasabah akan dikenakan bunga kredit yang lebih murah dari kredit KPR pada umumnya karena sebagian bunga akan ditanggung oleh pemerintah.
  2. KPR Non Subsidi, yaitu suatu kredit pemilikan rumah yang diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketentuan mengenai KPR ditetapkan oleh bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank yang bersangkutan, tentunya dengan melihat dan menganalisa kemampuan debitur.

Persyaratan Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Secara umum persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh bank untuk nasabah yang akan mengajukan KPR relatif sama dengan kredit lainnya, baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh nasabah jika ingin mengajukan KPR:
  • KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah) 
  • Kartu Keluarga
  • Keterangan penghasilan atau slip gaji
  • Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
  • NPWP pribadi
  • SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta)
  • Foto kopi sertipikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)
  • Foto kopi sertipikat (bila jual beli perorangan)
  • Foto kopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Metode Perhitungan Bunga KPR
Setiap bank mempunyai metode sendiri dalam melakukan perhitungan bunga KPR. Tetapi secara umum dikenal 3 metode untuk melakukan perhitungan bunga, yaitu:
  1. Bunga Flat
  2. Bunga Effektif
  3. Bunga Annuitas Tahunan dan Bulanan
Dalam prakteknya, metode perhitungan suku bunga yang paling banyak digunakan oleh bank adalah perhitungan suku bunga effektif atau annuitas. Untuk mengetahui cara menghitung bunga kredit berdasarkan ketiga metode tersebut diatas, silakan klik (Cara Menghitung Bunga Kredit dan Angsuran Kredit).

Biaya Proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Pada umumnya, untuk memiliki fasilitas KPR nasabah akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya yaitu:
  1. Biaya appraisal, yaitu biaya yang dibebankan kepada nasabah untuk melakukan taksasi/menaksir rumah yang dijaminkan kepada bank, yang dilakukan oleh pihak bank maupun pihak independen yang ditunjuk oleh bank.
  2. Biaya notaris, yaitu biaya untuk proses kredit kepemilikan rumah seperti akad kredit dilakukan didepan notaris, proses sertipikasi, legalisasi dan sebagainya, agar sah dimata hukum. 
  3. Provisi bank, merupakan biaya yang harus dibayar oleh nasabah yang akan menjadi pendapatan bank.
  4. Biaya asuransi kebakaran, yaitu premi asuransi yang harus dibayar oleh nasabah, artinya apabila dalam masa kredit terjadi kebakaran pada rumah yang dijaminkan tersebut, maka pihak asuransi akan membayar seluruh kerugian yang terjadi.
  5. Biaya premi asuransi jiwa, yaitu premi asuransi yang harus dibayar oleh nasabah yang fungsinya adalah jika dalam masa kredit nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi akan melunasi sisa kredit nasabah tersebut kepada bank.

Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR
Tentunya Anda ingin memiliki rumah yang sesuai dengan keinginan Anda, atau setidaknya rumah yang ingin anda miliki mempunyai spesifikasi yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Oleh sebab itu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah melalui KPR, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu hal-hal penting berikut ini:
  • Bila membeli rumah dari perorangan, pastikan bahwa sertipikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.
  • Bila membeli rumah dari Developer, pastikan bahwa Developer telah mempunyai ijin-ijin seperti ijin lokasi, aspek penata-gunaan lahan, memiliki kualitas air sumur yang bagus (layak untuk dikonsumsi), site plan yang telah disahkan, prasarana sudah tersedia, kondisi tanah matang, sertipikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer, IMB Induk
  • Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer).
  • Jangan melakukan transaksi jual beli di bawah tangan, artinya apabila rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan di bank, maka lakukanlah pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan secara resmi dan dibuat akte jual beli di hadapan notaris. Jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan” atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kwitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.

Itulah informasi yang dapat saya berikan mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jika Anda ingin mengetahui juga mengenai pembahasan produk bank lainnya, seperti safe deposit box, silakan klik (SDB). Atau ingin mengetahui lebih jauh tentang kartu kredit, silakan klik (Kartu Kredit). Semoga informasi ini dapat membantu Anda, terima kasih.



2 comments:

  1. Kalau mau kredit kpr caranya gmna harus dtang kemana

    ReplyDelete
    Replies
    1. ASS.WR.WT.saya IBU SRI MUSDALIFHA TKW MALAYSIA sangat berterima kasih kepada AKI SOLEH, berkat bantuan angka jitu yang di berikan AKI SOLEH, saya bisah menang togel MAGNUM 4D yaitu ((( 9 7 7 8 ))) dan alhamdulillah saya menang 175 lembar.sekarang saya sudah bisah melunasi hutang-hutang saya dan menyekolahkan anak-anak saya. sekarang saya sudah bisah hidup tenang berkat bantuan AKI SOLEH. bagi anda yang termasuk dalam kategori di bawah ini;

      1.di lilit hutang
      2.selalu kalah dalam bermain togel
      3.barang-barang berharga sudah habis buat judi togel
      4.hidup sehari-hari anda serba kekurangan
      5.anda sudah kemana-mana tapi belum dapat solusi yang tepat
      6.pesugihan tuyul
      7.pesugihan bank gaib
      8.pesugihan uang balik
      9.pesugihan dana gaib, dan dll

      dan anda ingin mengubah nasib melalui jalan togel seperti saya hub AKI SOLEH di no; 082-313-336-747.

      atau anda bisah kunjungi blog AKI ATAU LANGSUNG AJA KLIK DISINI

      UNTUK JENIS PUTARAN; SGP, HK, MACAU, MALAYSIA, SYDNEY, TOTO MAGNUM, TAIPE, THAILAND, LAOS, CHINA, KOREA, KAMBODIA, KUDA LARI, ARAB SAUDI,

      AKI SOLEH dengan senang hati membantu anda memperbaiki nasib anda melalui jalan togel karna angka gaib/jitu yang di berikan AKI SOLEH tidak perlu di ragukan lagi.sudah terbukti 100% akan tembus. karna saya sudah membuktikan sendiri.buat anda yang masih ragu, silahkan anda membuktikan nya sendiri...

      SALAM KOMPAK SELALU.DAN SELAMAT BUAT YANG JEPE HARI INI

      Delete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan tinggalkan komentar.